Ringkasan Perdagangan 7 Februari: IHSG Nyaris Sentuh 6.000, Rupiah Terpeleset

IHSG memperkokoh relinya untuk hari keempat beruntun dan nyaris ditutup menembus level 6.000. Di sisi lain, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  19:51 WIB
Ringkasan Perdagangan 7 Februari: IHSG Nyaris Sentuh 6.000, Rupiah Terpeleset
Karyawan menata uang Rupiah di kantor Bank BNI Syariah di Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperkokoh relinya untuk hari keempat beruntun dan nyaris ditutup menembus level 6.000.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot gagal memperpanjang apresiasinya meskipun cadangan devisa Indonesia sepanjang Januari 2020 mencatatkan kinerja yang cukup impresif.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Jumat (7/2/2020):

IHSG Cetak Level Tertinggi Bulan Ini, TLKM & EMTK Pendorong Utama

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,21 persen atau 12,46 poin di level 5.999,61. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.981,64 – 6.004,81.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+1,23 persen) dan perdagangan (+0,62 persen). Tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin aneka industri (-1,07 persen).

Dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 168 saham menguat, 183 saham melemah, dan 325 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang masing-masing naik 0,80 persen dan 9,43 persen menjadi pendorong utama IHSG.

Ini Penyebab IHSG Gagal Capai 6.000 Pada Penutupan Hari Ini

Sejumlah sentimen negatif dari luar menyebabkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) gagal mencapai 6.000 pada penutupan perdagangan pekan pertama bulan Februari, Jumat (7/2/2020).

Menurut analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada, secara umum kinerja IHSG pekan ini masih dipengaruhi sentimen-sentimen negatif dari luar seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Hal tersebut ditambah dengan wabah virus corona yang kini semakin meluas penyebarannya.

Wabah tersebut berdampak signifikan bagi kondisi perekonomian Negeri Panda. Apalagi, isolasi yang dilakukan pemerintah China pada sejumlah wilayah di negaranya turut mengganggu kesediaan bahan makanan, pasokan sumber daya yang juga berimbas pada negara-negara mitra China.

Cadangan Devisa Naik, Tapi Rupiah Gagal Ditutup di Zona Hijau

Kinerja rupiah kali ini pun menjadi kinerja mata uang Asia terburuk ketiga, tepat diatas ringgit yang melemah 0,36 persen dan won yang terdepresiasi 0,543 persen.

Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2020 rupiah masih jauh memimpin penguatan di antara mata uang Asia, yaitu naik 1,397 persen. Rupiah berhasil menunjukkan keperkasaannya sepanjang year to date di saat mayoritas mata uang Asia terkapar di zona merah.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa cadangan devisa yang terus meningkat seharusnya mampu mendukung ketahanan mata uang dari sektor eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi makro ekonomi serta keuangan. Namun, rupiah gagal menguat di tengah sentimen tersebut.

Mau Cuan Pekan Depan? Simak Rekomendasi Saham Berikut Ini

Kalangan analis menilai penurunan harga saham yang menimpa sejumlah emiten patut menjadi perhatian investor pada pekan depan.

Head of Research Analyst FAC Sekuritas, Wisnu Prambudi Wibowo mengatakan, investor sebaiknya menerapkan strategi buy on weakness pada pekan depan atau membeli saham-saham saat nilainya sedang turun. Pasalnya, ada sejumlah saham yang pada pekan ini mengalami kontraksi harga cukup dalam.

Ia merekomendasikan para investor untuk memperhatikan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Ketiga saham tersebut, lanjutnya, mengalami penurunan harga yang cukup tajam pada pekan ini.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 naik tipis 0,30 poin atau 0,02 persen ke level US$1.570,30 per troy ounce pukul 15.53 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, emas Comex bergerak di level 1.566,20-1.572,70.

Seiring dengan pergerakan harga emas, indeks dolar AS terpantau naik tipis 0,05 persen ke posisi 98,543 pukul 15.52 WIB. Pada perdagangan Kamis (6/2), indeks dolar ditutup menguat 0,2 persen atau 0,195 poin di level 98,496, penguatan hari keempat beruntun.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp2.000 menjadi level Rp772.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas pun bertambah Rp2.000 menjadi Rp687.000 per gram dari harga pada Kamis (6/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top