IHSG Cetak Level Tertinggi Bulan Ini, TLKM & EMTK Pendorong Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang relinya sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi sejak 30 Januari pada perdagangan hari ini, Jumat (7/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  16:42 WIB
IHSG Cetak Level Tertinggi Bulan Ini, TLKM & EMTK Pendorong Utama
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang relinya sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi sejak 30 Januari pada perdagangan hari ini, Jumat (7/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup di level 5.999,61 dengan penguatan 0,21 persen atau 12,46 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (6/2/2020), IHSG berakhir di level 5.987,14 dengan kenaikan 0,14 persen atau 8,63 poin, reli hari ketiga berturut-turut.

Penguatan indeks mulai berlanjut dengan dibuka naik tipis 0,02 persen atau 0,91 poin di posisi 5.988,06 pada Jumat (7/2) pagi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.981,64 – 6.004,81. Adapun sepanjang pekan ini, indeks menguat 1 persen, menuju kenaikan terbesarnya sejak pekan yang berakhir pada 20 Desember.

Sebanyak enam dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif pada Jumat (7/2), dipimpin infrastruktur (+1,23 persen) dan perdagangan (+0,62 persen). Tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin aneka industri (-1,07 persen).

Sementara itu, dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 168 saham menguat, 183 saham melemah, dan 325 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang masing-masing naik 0,80 persen dan 9,43 persen menjadi pendorong utama IHSG.

Reli IHSG berlanjut untuk hari ke-4 setelah Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa meningkat menjadi US$131,7 miliar pada Januari 2020, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2019, yang sebesar US$129,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/2/2020).

Menurut Analis Panin Sekuritas William investor telah mendapatkan kepercayaan diri untuk kembali ke pasar saham.

"Penutupan bursa pada perdagangan Kamis (6/2/2020) sudah mengonfirmasi pengujian support di level 5.940 selama 3 hari, jadi kita sudah welcome back uptrend," ujar William dalam riset yang dikutip Bisnis.com.

Tren penguatan di pasar modal juga tercermin dari aksi beli asing yang cukup besar dari total transaksi. Sebagai catatan, kemarin investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp294,72 miliar.

William memperkirakan aksi beli asing terjadi karena valuasi saham-saham blue chips yang sebelumnya terpapar sentimen virus corona sudah bergerak ke level yang relatif murah sehingga menarik perhatian investoruntuk buy on weakness.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah tergelincir dan ditutup melemah 40 poin atau 0,29 persen di level Rp13.675 per dolar AS, setelah mampu terapresiasi tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas indeks saham di Asia berakhir di wilayah negatif. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang terkoreksi 0,19 persen dan 0,28 persen masing-masing.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,72 persen dan Hang Seng Hong Kong turun 0,33 persen. Di sisi lain, indeks saham Shanghai Composite China naik 0,33 persen dan CSI 300 berakhir flat.

Bursa saham Asia secara keseluruhan terkoreksi menyusul kabar tentang puluhan orang yang terinfeksi virus corona (coronavirus) di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina di Jepang.

Di dalam kapal pesiar Diamond Princess yang mengangkut sekitar 3.700 penumpang beserta awaknya ini ditemukan 41 orang yang terinfeksi virus corona, sehingga total yang terinfeksi di dalam kapal tersebut menjadi 61 orang sejak kapal masuk karantina pada Senin (3/2/2020).

Perkembangan ini menjadi pengingat terbaru mengenai kasus virus corona yang mewabah sekaligus menggoyahkan pasar saham di Asia yang sempat membukukan lompatan harian terbesarnya sejak Juni.

“Ekspektasi wabah akan dapat terbendung dan pertumbuhan akan pulih dari kuartal kedua karena stimulus dan aktivitas yang terpendam mungkin agak optimistis,” ujar Sue Trinh, ahli strategi makro di Manulife Asset Management.

"Risiko yang sangat nyata adalah wabah ini menyebar, secara harfiah, hingga kuartal kedua dan seterusnya,” tambahnya, dikutip dari Bloomberg.

Keyakinan bahwa epidemi virus corona tidak akan menggagalkan ekspansi global pada tahun 2020 sebelumnya membantu menempatkan saham global di jalur untuk pekan terbaik sejak Juni.

Meski tergelincir, saham Asia tetap mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen pekan ini, bahkan setelah terhapusnya rekor nilai kapitalisasi pasar untuk saham China domestik pada Senin (3/2/2020).

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

TLKM  

+0,80

EMTK

+9,43

BBCA

+0,30

POLL

+2,54

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

ASII

-1,54

HMSP

-1,46

CPIN

-1,92

UNVR

-0,63

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top