Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Emiten BUMN Karya Berburu Kontrak Anyar, TPIA Galang Dana Jumbo

Berita mengenai emiten BUMN Karya yang membidik peningkatan nilai kontrak baru serta rencana penggalangan dana jumbo TPIA melalui rights issue, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (6/2/2020).  
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  08:33 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai emiten BUMN Karya yang membidik peningkatan nilai kontrak baru serta rencana penggalangan dana jumbo TPIA melalui rights issue, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (6/2/2020).  

Berikut ringkasan topiknya:

Emiten BUMN Karya Berburu Kontrak Anyar. Lesunya raihan nilai kontrak baru atau NKB pada 2019 memacu empat emiten BUMN Karya membidik NKB yang lebih besar pada 2020, sejalan dengan bergulirnya tender proyek-proyek infrastruktur.

Pada 2019, seluruh BUMN Karya mengantongi NKB yang lebih kecil dari target yang dibidik. PT Adhi Karya (Persero) Tbk., misalnya, mengantongi NKB Rp14,7 triliun dari target Rp30 triliun.

TPIA Galang Dana Jumbo. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. mengantongi restu pemegang saham untuk menggalang dana jumbo melalui rights issue guna mendanai proyek kompleks petrokimia baru CAP II yang diproyeksi menelan investasi US$4 miliar-US$5 miliar.

Calon Emiten Masih Pede? Hingga akhir bulan lalu, antrean calon emiten yang siap mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini sudah mencapai 29 perusahaan. Di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini, tepatkah momentum korporasi untuk mencari dana di pasar modal?

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Januari 2020 menunjukkan bahwa dari 29 perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham, mayoritas berasal dari sektor properti, real estat, dan konstruksi, yakni sebanyak 11 perusahaan.

PGAS Terimpit Gas Industri. Pascapenetapan harga gas baru, kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk. disebut bakal menurun akibat intervensi yang dilakukan pemerintah. Setelah menggantung ham pir 4 tahun, Pemerintah bakal member lakukan harga baru yakni US$6 per MMBtu pada 1 April 2020.

Selang keputusan itu, perusahaan pun mengumumkan akuisisi saham partisipasi Blok Muriah sebesar 80% sehingga anak usaha emiten berkode PGAS itu resmi menguasai blok yang berlokasi di Jawa Timur.

Fokus Tambah Hotel. Sejumlah emiten perhotelan merencanakan penambahan hotel baru untuk mendorong kinerja pada 2020. Direktur Utama Bukit Uluwatu Villa Franky Tjahyadikarta mengatakan pembangunan hotel di Jakarta, Bali, dan Bintan menjadi fokus perseroan tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top