Masker N95 Jadi Barang Langka di Apotek Kimia Farma (KAEF)

Sesuai dengan keputusan pemerintah, masker N95 milik Kimia Farma diambil oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana .
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  20:53 WIB
Masker N95 Jadi Barang Langka di Apotek Kimia Farma (KAEF)
Pedagang melayani calon pembeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. - ANTARA / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk. mengaku persediaan masker N95 sudah di jaringan gerai perseroan sudah terbatas. Stok masker langka karena ada permintaan dalam jumlah besar.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo mengatakan masker N95 diborong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. 

“Kalau mau mencari produk masker N95 di apotek Kimia Farma sekarang kondisinya sudah tidak ada, karena sesuai keputusan pemerintah yang diwakili oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB semua masker N95 milik Kimia Farma akan diambil oleh BNPB,” ujar Verdi, di Jakarta pada Rabu (5/2).

Dia menerangkan, perseroan punya peran penting sebagai badan usaha milik negara dalam menangani wabah virus corona. Peran itu yakni memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan virus corona.

Untuk diketahui, jaringan apotek Kimia Farma mencapai 1.300 gerai di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut didukung sekitar 3.000 apoteker yang memiliki kemampuan untuk memberikan penyuluhan terkait pencegahan virus corona itu.

Kimia Farma, lanjut Verdi juga mengambil langkah kuratif dan preventif terhadap serangan virus corona di Indonesia. “Inti permasalahan dari pencegahan virus corona adalah cara hidup kita artinya masalah kebersihan yang paling penting itu cuci tangan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top