PP Properti (PPRO) Siap Lepas 30 Persen Saham Aerocity Kertajati

Dana hasil pelepasan saham di proyek Aerocity akan digunakan untuk belanja modal pengembangan di Kertajati.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:59 WIB
PP Properti (PPRO) Siap Lepas 30 Persen Saham Aerocity Kertajati
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT PP Properti Tbk. (PPRO) berencana melepas kepemilikan saham pada proyek Aerocit Kertajati, Majalengka. Perseroan tetap memegang porsi mayoritas di proyek tersebut.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan perseroan tidak akan melego seluruh saham di proyek Aerocity. Di proyek tersebut, PP Properti memiliki lahan seluas 130 hektare yang lokasinya dekat dengan Bandara Internasional Jawa Barat.

Dia menambahkan, perseroan hanya melepas 30 persen saham kepada mitra investor. Transaksi penjualan saham disebut Taufik akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia belum mau membeberkan identitas calon mitra yang akan mengambil 30 persen saham perseroan di proyek Aerocity Kertajati.

“Nanti kalau sudah transaksi akan kami ekspose sebentar lagi akan selesar karena kami sudah hampir sepakat," ujarnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2/2020).

Setelah transaksi tuntas, PP Properti masih akan menggenggam saham sebanyak 50 persen. Adapun, sebanyak 30 persen dimiliki investor dan 20 persen lainnya dimiliki PT Bandarudara Internasional Jawa Barat Aerocity Development.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kertajati memang tengah diminati banyak investor, salah satunya perusahaan real estate China, Homnicen. Perusahaan ini melansir bakal menanamkan modal sebanyak Rp2 triliun untuk membangun pusat bisnis dan teknologi di Kertajati.

Direktur PT BIJB, Alfiansyah sebelumnya mengatakan pihaknya bersama Homnicen sudah membangun kesepakatan tahap pertama senilai US$140 juta atau setara dengan Rp2 triliun. "Ini untuk initial investment ya sekitar Rp 2-3 triliun. Baru untuk pembebasan lahan, pematangan lahan dan sebagainya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
divestasi

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top