Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rights Issue Dapat Dorong Cita Mineral (CITA) Lebih Ekspansif

Rights issue CITA akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2.022 per saham lebih tinggi dari harga pada penutupan perdagangan Jumat (31/1/2020) sebesar Rp1.980 per saham.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  05:44 WIB
Presiden Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk Harry KesumaTanoto (tengah) didampingi Deputy Finance PT Well Harvest Winning Alumina Refinery Hidayat Sugiarto (kiri), dan Direktur Yusak Lumba Pardede, menjawab pertanyaan wartawan, usai RUPS di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Presiden Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk Harry KesumaTanoto (tengah) didampingi Deputy Finance PT Well Harvest Winning Alumina Refinery Hidayat Sugiarto (kiri), dan Direktur Yusak Lumba Pardede, menjawab pertanyaan wartawan, usai RUPS di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Rights issue yang akan dilakukan PT Cita Mineral Investindo Tbk. dinilai analis akan semakin mendorong perseroan untuk lebih ekspansif seiring dengan upaya membuat neraca keuangan lebih sehat.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Nugroho R. Fitriyanto mengatakan bahwa pihaknya melihat prospek emiten dengan kode saham CITA itu berpeluang ada peningkatan. Hal itu karena sebagian besar penggunaan dana rights issue digunakan untuk pembayaran hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan demikian, perseroan akan memiliki neraca yang lebih sehat dengan adanya delevaraging.

“Dengan deleveraging ini, neraca akan lebih sehat sehingga CITA bisa lebih resilient di tengah kondisi industri khususnya komoditas yang sangat berfluktuasi akhir-akhir ini,” ujar Nugroho kepada Bisnis.com, Jumat (31/1/2020).

Adapun, hingga sembilan bulan pertama 2019 total bunga CITA mencapai Rp1,22 triliun. Jika perolehan dana rights issue serta penggunaannya sesuai dengan rencana, maka Nugoro menilai aksi korporasi ini dapat menurunkan tingkat utang atau net gearing ratio CITA dari sebelumnya 0,51 kali pada kuartal ketiga 2019 setidaknya akan turun menjadi 0,03 kali.

Selain itu, dengan adanya deleveraging itu profitabilitas CITA dapat meningkat seiring dengan berkurangnya beban bunga. Sepanjang kuartal ketiga 2019, laba bersih CITA tercatat sebesar Rp740 miliar, sedangkan beban bunga sebesar Rp46 miliar.

Di sisi lain, terkait harga penawaran rights issue yang lebih tinggi dibanding harga pasar, Nugroho mengatakan bahwa hal tersebut wajar, bahkan dia menilai harga tersebut belum dapat memberikan investor untung yang maksimal.

Rights issue CITA akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp2.022 per saham lebih tinggi dari harga pada penutupan perdagangan Jumat (31/1/2020) sebesar Rp1.980 per saham.

“Ratio 26 saham lama dapat 5 saham baru. Setelah saya hitung, harga teoritisnya kalo menggunakan harga pasar sekarang jadinya di Rp2.015, jadi upsidenya juga tidak begitu besar untuk investor lain jika ingin mencari keuntungan, hanya naik 1,8%,” papar Nugroho.

Sementara itu, Nugroho mengatakan bahwa prospek harga saham CITA masih berada dalam posisi uptrend dan berpotensi melanjutkan kenaikan yang didukung oleh fundamental d mana pendapatan dan laba pada kuartal ketiga 2019, keduanya naik masing-masing sebesar 95,5 persen yoy dan 33 persen yoy secara berurutan.

“Untuk saat ini CITA terlihat sudah berada pada level resistance di Rp2.000, jadi untuk yang belum memiliki sahamnya saya sarankan untuk menunggu dulu, bisa masuk kembali nanti di level support terdekat di Rp1.900,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi emiten cita mineral investindo tbk
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top