Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Batu Bara Kebal Virus Corona?

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Hadis Surya mengatakan virus corona belum memengaruhi kinerja penjualan batu bara. Pasalnya, perseroan baru akan memulai ekspedisi ke China pada Maret mendatang.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  12:14 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten-emiten batu bara mengaku optimistis virus corona tidak akan mengganggu ekspor ke China pada awal tahun.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Hadis Surya mengatakan virus corona belum memengaruhi kinerja penjualan batu bara. Pasalnya, perseroan baru akan memulai ekspedisi ke China pada Maret mendatang.

“Kebetulan juga destinasi pelabuhan dan lokasi konsumen kami bukan di daerah Wuhan yang merupakan tempat di mana virus corona mewabah,” katanya kepada Bisnis Selasa (28/1/2020).

Hadis mengatakan kontribusi ekspor ke China tahun ini hanya sebesar 2 persen dari total produksi sebesar 30 juta ton. Jadi dia optimistis, virus tidak menjadi penekan pendapatan pada kuartal I/2020.

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin Sudirman pun menyatakan ekspor batu bara perseroan tidak akan terpukul oleh penyakit mematikan itu dalam waktu dekat.

“Virus corona akan memukul pariwisata China terlebih dahulu [daripada batu bara] jika tidak secepatnya diatasi, karena sudah banyak negara beri travel warning,” katanya.

Sebagai informasi, China berkontribusi atas 38,64 persen penjualan emas hitam kepada perseroan. Emiten berkode saham GEMS itu setidaknya bisa mengekspor sebanyak 9,42 juta ton dari total produksi 24,37 juta ton.

Adapun pada tahun ini perseroan menargetkan bisa memproduksi 35,6 juta ton batu bara dengan belanja modal sebesar US$24,8 juta.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan kinerja penjualan tidak akan terhambat oleh virus mematikan itu.

Menurutnya, meski wabah menular permintaan dari negeri tirai bambu belum berkurang. “Belum ada dampaknya. Sekitar 15 persen--20 persen ekspor kami akan tujukan ke sana,” pungkasnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara virus corona
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top