Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyerapan SBR009 Ditargetkan Rp2 Triliun

Menurut Luky, pihaknya akan mencoba melanjutkan kesuksesan penyerapan SBR seperti pada 2019 lalu. Untuk itu, ia menetapkan target serapan SBR pertama yang ditawarkan pada 2020 ini pada angka Rp2 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  11:41 WIB
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Direktur Surat Utang Negara (SUN) pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan untuk menyerap Rp2 triliun lewat Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 yang mulai dilego sejak 27 Januari hingga 13 Februari 2020.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman saat ditemui di Jakarta pada Rabu (29/1/2020).

Menurut Luky, pihaknya akan mencoba melanjutkan kesuksesan penyerapan SBR seperti pada 2019 lalu. Untuk itu, ia menetapkan target serapan SBR pertama yang ditawarkan pada 2020 ini pada angka Rp2 triliun.

“Melihat minat masyarakat selama beberapa waktu belakangan, kami menargetkan SBR009 sebesar Rp2 triliun,” ungkapnya.

Luky mengatakan, pihaknya cukup optimistis angka ini dapat tercapai. Pasalnya, saat ini basis investor untuk jenis SBN ini kian luas berkat sejumlah upaya yang telah dilakukan pihaknya sepanjang tahun lalu.

Salah satu basis investor yang dapat berkontribusi secara signifikan adalah generasi milenial. Luky menuturkan, sepanjang 2019, instrumen jenis SBR amat diminati oleh para anak muda. Hal tersebut terbukti dengan dominasi pembeli SBR yang mencapai 52%.

“Apalagi penawaran SBR009 juga telah dibuka secara online. Ini untuk mengakomodasi dan menjaring banyak generasi muda yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan dalam bertransaksi,” jelas Luky.

Adapun SBR009 sebagai instrumen obligasi negara untuk investor ritel ditawarkan dengan kupon sebesar 6,3%. 

Kupon ini bersifat mengambang dengan kupon minimal. Mengambang yang artinya akan disesuaikan dengan BI 7 Day Reverse Repo Rate setiap 3 bulan. Kupon minimal artinya tingkat kupon pertama (6,30%) akan jadi kupon minimal yang berlaku sampai jatuh tempo.

Instrumen dengan tenor dua tahun itu dapat dibeli minimal senilai Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Kupon yang ditawarkan akan dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya.

Penetapan kupon mengacu pada suku bunga acuan sebesar 5% dengan tambahan sebesar 130 basis poin. 

Instrumen surat utang buatan Pemerintah itu tak bisa diperjualbelikan kembali dan hanya bisa dicairkan pada masa pencairan awal yakni 24 Februari 2021 hingga 4 Maret 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top