Pagi Ini Dolar AS Flat, Rupiah Menguat Tipis

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut menipis pada perdagangan pagi ini, Jumat (17/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  08:48 WIB
Pagi Ini Dolar AS Flat, Rupiah Menguat Tipis
Amerika Serikat akhirnya menandatangani bagian pertama dari perjanjian perdagangan dengan China pada 16 Januari 2020. - Reuters.

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut menipis pada perdagangan pagi ini, Jumat (17/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 9 poin atau 0,07 persen di level Rp13.634 per dolar AS.

Pada pukul 08.04 WIB, penguatan rupiah kemudian menipis ke level Rp13.637 per dolar AS dengan apresiasi hanya 6 poin atau 0,04 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya

Pada perdagangan Kamis (16/1/2020), nilai tukar rupiah mampu berakhir di level Rp13.643 per dolar AS dengan penguatan 52 poin atau 0,38 persen.

Menurut Manajer Portfolio PineBridge Investments LLC di Hong Kong Sunny Ng, rupiah menguat karena pemerintah AS dan China berhasil menandatangani kesepakatan dagang tahap pertama sehingga membuat ketegangan hubungan dagang kedua negara yang terjadi sejak 2018 mereda.

Dalam kesepakatan tersebut, China berkomitmen untuk berbuat lebih banyak untuk menindak pencurian teknologi AS dan rahasia perusahaan dan melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk beberapa produk AS.

“Meski sepertinya tidak akan menjadi peristiwa penggerak pasar yang signifikan, penandatanganan kesepakatan fase I memang merupakan puncak dari ketegangan perdagangan,” ujar Sunny seperti dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah juga menguat dipicu oleh kuatnya arus masuk ke Indonesia karena kondisi fundamental ekonomi dalam negeri cukup stabil dibandingkan dengan ekonomi negara lainnya.

“Strategi bauran kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Bank Indonesia ditambah penandatanganan fase I antara AS dan China membawa berkah tersendiri bagi pasar dalam negeri dan modal asing kembali masuk cukup deras,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (16/1/2020).

Dia memproyeksi pada perdagangan Jumat (17/1/2020), rupiah akan kembali menguat karena dukungan data eksternal dan internal yang stabil dan bergerak di kisaran Rp13.615 per dolar AS hingga Rp13.690 per dolar AS.

Seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah, mata uang lainnya di Asia bergerak variatif, dengan won Korea Selatan menguat 0,23 persen pada pukul 08.05 WIB. Sebaliknya, yen Jepang melemah tipis 0,06 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau turun tipis 0,01 persen atau 0,006 poin ke level 97,314, setelah berakhir naik 0,09 persen di posisi 97,320 pada Kamis (17/1/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, dolar as

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top