Kurs Tengah BI Menguat 104 Poin, Rupiah Juara di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (13/1/2020) di level Rp13.708 per dolar AS, menguat 104 poin atau 0,75 persen dari posisi Rp13.812 pada Jumat (10/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  11:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (13/1/2020) di level Rp13.708 per dolar AS, menguat 104 poin atau 0,75 persen dari posisi Rp13.812 pada Jumat (10/1/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.776 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.639 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.675 per dolar AS dengan penguatan 97 poin atau 0,70 persen pada Senin (13/1) pukul 10.50 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (10/1/2020), rupiah berakhir di level Rp13.772 per dolar AS dengan penguatan 82 poin atau 0,59 persen, apresiasi hari kedua berturut-turut.

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terapresiasi 28 poin atau 0,20 persen di posisi 13.744 pada Senin (13/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.675 – 13.744.

Penguatan tajam yang dialami rupiah membawanya yang terkuat di Asia, disusul won Korea Selatan yang terapresiasi 0,58 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.02 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Rupiah                             

13.675

+0,7

Won Korea Selatan

1.154,80

+0,58

Dolar Taiwan

29,914

+0,32

Peso Filipina

50,423

+0,3

Ringgit Malaysia

4,0638

+0,3

Baht Thailand

30,169

+0,26

Yuan Onshore China

6,9016

+0,25

Yuan Offshore China

6,8995

+0,25

Dolar Singapura

1,3463

+0,16

Rupee India

70,8500

+0,13

Yen Jepang

109,61

-0,15

Dolar Hong Kong

7,7691

-0,03

Dilansir dari Bloomberg, rupiah dan won Korsel memimpin penguatan mata uang emerging market di Asia di tengah optimisme pasar bahwa kesepakatan dagang AS-China akan ditandatangani pekan ini.

“Kelegaan atas terhindarnya perang dengan Iran pekan lalu serta kombinasi de-eskalasi geopolitik dan klimaks penandatanganan fase satu mendorong permintaan untuk aset berisiko," ujar Wisnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, Singapura.

Rupiah dan won Korsel, lanjutnya, membukukan pembelian karena AS dan China mendekati penandatanganan perjanjian perdagangan fase satu.

“[Selain itu] ada kemungkinan dolar AS yang lebih lemah mengingat optimisme perdagangan tersebut belum menghasilkan yield Treasury AS yang jauh lebih tinggi,” tambah Varathan.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau berbalik turun 0,020 poin atau 0,07 persen ke level 97,336 pada pukul 10.52 WIB.

Indeks sempat beringsut ke zona hijau pada Senin (13/1) dengan dibuka naik 0,06 persen atau 0,056 poin di posisi 97,412, setelah ditutup terkoreksi 0,10 persen atau 0,094 poin di level 97,356 pada perdagangan Jumat (10/1).

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar bergerak fluktuatif di level 97,335 – 97,424.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

13 Januari

13.708

10 Januari

13.812

9 Januari

13.860

8 Januari

13.934

7 Januari

13.919

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top