Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah BI Menguat 6 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Terdepresiasi

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (2/1/2020) di level Rp13.895 per dolar AS, menguat tipis 6 poin atau 0,04 persen dari posisi Rp13.901 pada Selasa (31/12/2019).

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (2/1/2020) di level Rp13.895 per dolar AS, menguat tipis 6 poin atau 0,04 persen dari posisi Rp13.901 pada Selasa (31/12/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.964 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.825 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp139.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.899 per dolar AS dengan pelemahan 33 poin atau 0,24 persen pada pukul 10.34 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan terakhir sebelum libur Tahun Baru, Selasa (31/12/2019), rupiah mampu berakhir di level Rp13.866 per dolar AS dengan apresiasi 59 poin atau 0,42 persen.

Rupiah mulai tergelincir dari penguatannya dengan dibuka terdepresiasi 13 poin atau 0,09 persen di posisi 13.879 pada Kamis (2/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.879 – 13.902.

Pelemahan yang dialami rupiah membawanya menjadi yang terlesu di antara mata uang Asia pagi ini. Pelemahannya disusul won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,21 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.18 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Rupiah                             

13.899

-0,24

Won Korea Selatan

1.157,15

-0,21

Dolar Taiwan

30,030

-0,13

Rupee India

71,3062

-0,11

Dolar Singapura

1,3463

-0,1

Peso Filipina

50,683

-0,06

Yuan Onshore China

6,9664

-0,05

Yuan Offshore China

6,9634

-0,02

Baht Thailand

30,113

+0,2

Ringgit Malaysia

4,0875

+0,09

Yen Jepang

108,71

+0,05

Dolar Hong Kong

7,7900

+0,01

Dilansir dari Bloomberg, bank sentral China memangkas jumlah cadangan uang tunai perbankan, menyuntikkan dana ke dalam perekonomian, serta mensinyalkan tindakan lanjutan guna mengurangi biaya pinjaman untuk perusahaan-perusahaan.

“Untuk China, lebih banyaknya pemangkasan rasio cadangan diharapkan akan mendukung kondisi pendanaan untuk ekonomi,” ujar Selena Ling, kepala riset dan strategi di OCBC, Singapura.

“Hal itu akan memberi sentimen yang lebih konstruktif untuk memulai tahun baru bagi pasar Asia, tetapi volume dan aktivitas pasar kemungkinan masih rendah hari ini,” tambahnya.

Turut membebani pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menanjak 0,100 poin atau 0,10 persen ke level 96,545 pada pukul 11.09 WIB.

Pada perdagangan Rabu (1/1), pergerakan indeks dolar AS ditutup menguat 0,06 persen atau 0,056 poin di level 96,445.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

2 Januari

13.895

31 Desember

13.901

30 Desember

13.945

27 Desember

13.956

26 Desember

13.982

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper