Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Modal Diharapkan Utamakan Perlindungan Investor

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja IHSG selama tahun ini. Menurutnya, pelaku pasar modal telah menopang perekonomian selama 2019 yang penuh dengan dinamika.
Regulator pasar modal berpose setelah penutupan perdagangan 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (30/12/2019)./Bisnis-Dwi Nicken Tari
Regulator pasar modal berpose setelah penutupan perdagangan 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (30/12/2019)./Bisnis-Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar modal Indonesia diharapkan menyediakan instrumen investasi yang makin beragam dan mengutamakan perlindungan terhadap investor.

Saat menghadiri Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2019, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja IHSG selama tahun ini. Menurutnya, pelaku pasar modal telah menopang perekonomian selama 2019 yang penuh dengan dinamika.

"Kami mengapresiasi pasar modal yang telah menjadi alternatif untuk mendukung infrastruktur. Khususnya melalui skema penawaran umum dan obligasi yang menghasilkan sampai Rp15,4 triliun untuk bangun infrastruktur," katanya pada Senin (31/12/2019).

Agus berharap pada tahun depan pasar modal dapat menguat kembali. Dia juga menginginkan agar pasar modal tidak hanya menjadi sarana investasi lokal dan asing, tetapi juga memberikan sumber pendanaan jangka panjang dan terjangkau buat pelaku ekonomi.

Agus menambahkan agar pasar modal juga dapat terbuka bagi pendanaan untuk UMKM agar bisa menumbuhkan perekonomian.

"Hal yang juga penting adalah pengembangan pasar keuangan mendukung kualitas SDM agar bisa bersaing, produk pasar modal ditunjang informasi yang lengkap dan otoritas bursa menyediakan produk investasi yang beragam dan mengutamakan perlindungan konsumen," tuturnya.

Pada perdagangan Senin (30/12/2019), indeks harga saham gabungan ditutup pada level 6.299 pada hari terakhir perdagangan bursa 2019. Di level tersebut, IHSG menguat 1,70% selama tahun ini.

Selama 12 bulan belakangan, sektor keuangan menjadi indeks dengan pertumbuhan paling signifikan 15,22% ke level 1.354. Pada posisi kedua sektor industri dasar membukukan peningkatan 14,44% menjadi 978. Sementara itu, indeks sektor properti yang naik 12,54% menjadi 503.

Di sisi lain, sektor yang mengalami koreksi terdalam ialah sektor konsumer 20,11% menjadi 2.052, lalu sektor pertambangan 12,83% menjadi 1.548. Terakhir sektor industri lainnya dengan koreksi sebesar 12,23% menjadi 1.223.

Kinerja Indeks Sektoral 2019
Indeks SektoralKinerja Indeks Sektoral 2019
Agrikultur-2,55%
Pertambangan-12,83%
Industri Dasar dan Kimia14,44%
Aneka Industri-12,23%
Industri Barang Konsumsi-20,11%
Properti, Real Estat, dan Konstruksi12,54%
Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi6,88%
Keuangan15,22%
Perdagangan, Jasa, dan Investasi-1,79%
Manufaktur-9,72%

Sumber: BEI per 30 Desember 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper