Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FAST Bidik Penjualan Rp8 Triliun pada 2020

Proyeksi tersebut lebih tinggi 14,1 persen dari target tahun ini, yang diperkirakan senilai Rp7,01 triliun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 23 Desember 2019  |  14:10 WIB
Jajaran direksi PT Fast Food Indonesia Tbk. dalam public expose yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (23/12/2019). - Bisnis/Annisa Sulistyo Rini
Jajaran direksi PT Fast Food Indonesia Tbk. dalam public expose yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (23/12/2019). - Bisnis/Annisa Sulistyo Rini

Bisnis.com, JAKARTA — PT Fast Food Indonesia Tbk. memproyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 14,1 persen pada 2020, menjadi senilai Rp8 triliun.

Direktur Fast Food Indonesia Shivashish Pandey mengatakan pertumbuhan penjualan tahun depan bakal didorong oleh penambahan 60-65 gerai yang dilakukan pada tahun ini. Untuk akhir 2019, penjualan perusahaan pemilik merek KFC di Indonesia ini diperkirakan senilai Rp7,01 triliun atau tumbuh 13,9 persen secara year-on-year (yoy).

Per akhir September 2019, pendapatan yang diraih perseroan senilai Rp5,01 triliun, tumbuh 12,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Penambahan gerai baru [yang dilakukan tahun ini] akan mencapai full year sales tahun depan,” ujarnya seusai Public Expose di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Perseroan juga bakal merenovasi gerai yang sudah ada dan diyakini bakal menarik penjualan dan transaksi yang lebih tinggi. Selain itu, emiten dengan kode saham FAST ini telah memiliki rencana untuk merilis beberapa produk baru. 

“Ketiga faktor tersebut akan mendorong penjualan tahun depan,” terang Pandey.

Dari sisi laba bersih, perseroan memperkirakan pada akhir tahun nilainya bisa tumbuh 5 persen secara tahunan. Pada akhir 2018, FAST membukukan laba bersih senilai Rp212,01 miliar.

Hingga kuartal III/2019, laba bersih perseroan tercatat senilai Rp175,70 miliar.

Dia menambahkan jika pertumbuhan laba bersih perseroan didorong oleh faktor efisiensi dan pertumbuhan penjualan yang baik, hingga dua digit.

“Tahun depan, rencana pertumbuhan laba bersih di budget bisa lebih besar dan akan kami kejar,” ucap Pandey.

FAST mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp525 miliar sepanjang 2019. Hingga kini, serapan capex telah mencapai Rp400 miliar.

Alokasi capex untuk 2020 juga tidak terlalu beda dengan tahun ini, yaitu sekitar Rp550 miliar.

Namun, pada tahun depan, perseroan akan lebih banyak merenovasi gerai yang sudah ada sehingga penambahan outlet baru akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun ini, yaitu sebanyak 25 unit yang terdiri atas 20 gerai baru dan 5 KFC Box.

“Yang direnovasi sekitar 120-150 outlet, diperbaiki supaya imej naik dan masyarakat punya suasana belanja yang lebih enak,” terangnya.

Direktur Fast Food Indonesia Justinus Daliman Juwono menuturkan pemenuhan capex pada 2020, berasal dari kombinasi hasil rights issue dan dana yang disediakan perseroan.

“Rp550 miliar lah capex [tahun depan], sekitar Rp350 miliar dari rights issue,” sebutnya.

Adapun FAST berencana melakukan rights issue dengan jumlah maksimal 350 juta lembar saham. Untuk itu, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Januari 2020.

Perseroan memperkirakan rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) I akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan, yaitu untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan aset dengan adanya belanja modal, dan/atau meningkatkan kemampuan perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fast food indonesia kfc
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top