Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lautan Luas (LTLS) Siapkan Capex Rp300 Miliar

Produsen bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk. mengincar pertumbuhan penjualan 10% pada 2020. Untuk itu, emiten bersandi saham LTLS itu menyiapkan belanja modal senilai Rp300 miliar untuk memperkuat lini bisnis manufaktur.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Desember 2019  |  04:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk. mengincar pertumbuhan penjualan 10% pada 2020. Untuk itu, emiten bersandi saham LTLS itu menyiapkan belanja modal senilai Rp300 miliar untuk memperkuat lini bisnis manufaktur.

Joshua C Asali, Direktur Lautan Luas, manajemen optimis dapat mencapai target laba bersih sebesar Rp200 miliar hingga akhir tahun ini. Hingga kuartal III/2019, perusahaan mencatatkan laba bersih senilai Rp150 miliar.

Pada tahun depan, perseroan memproyeksikan pendapatan bertumbuh 10% secara tahunan. Target kenaikan Ebitda dan laba bersih akan mengikuti kenaikan pendapatan.

Guna mencapai target dua digit, kata dia, manajamen menyiapkan belanja modal senilai Rp300 miliar. Belanja modal tersebut digunakan untuk ekspansi kapasitas produk sodium silicate di pabrik Gresik, tetapi tidak disebutkan peningkatan kapasitas produksinya.

Pabrik Gresik dioperasikan oleh anak usaha perseroan yakni PT Liku Telaga. Sumber pendanaan belanja modal berasal dari kas internal dan pinjaman bank. 

Strategi lainnya, kata dia, perusahaan tengah fokus mengembangkan lini bisnis produk di segmen creamer. Perseroan juga akan meluncurkan produk kimia untuk wastewater treatment.

"Bahan kimia ini [sodium silicate] diaplikasikan untuk detergen, keramik, dan kertas," katanya saat public expose pada Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut, Lautan Luas berencana menerbitkan obligasi pada tahun depan. Manajemen perseroan saat ini tengah menimbang nilai emisi obligasi.

Hasil penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk refinancing utang jatuh tempo pada tahun depan.

Sebagai informasi, perseroan memiliki utang jatuh tempo pada November 2020 yakni obligasi seri A senilai Rp364,5 miliar dengan bunga 9% per tahun dan tenor 3 tahun.

"Manajemen akan kembali menerbitkan obligasi untuk menggantikan obligasi yang jatuh tempo November. Pasar obligasi akan membaik pada tahun depan dengan tern menurunnya suku bunga," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lautan luas capex
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top