Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Menutup Pekan Ini dengan Parkir di Zona Merah

Rupiah tertekan sentimen global, terutama dari pertumbuhan ekonomi AS dan dukungan Negeri Paman Sam terhadap para demonstran Hong Kong.
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah menutup pekan ini di zona merah, ditekan oleh penguatan dolar AS akibat pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III/2019 yang lebih baik dari perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (29/11/2019), rupiah berada di level Rp14.108 per dolar AS setelah melemah 0,113 persen. Sepanjang pekan ini, rupiah telah terdepresiasi 0,1 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak menguat 0,3 persen menjadi 98,375.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan  pertumbuhan AS sedikit meningkat pada kuartal ketiga tahun ini, berbeda dengan indikator lain yang menunjukkan perlambatan dalam aktivitas global, sehingga mendorong dolar AS untuk bergerak menguat dan melemahkan rupiah.

“Selain itu, rupiah juga terpapar sentimen negatif karena China akan melakukan tindakan tegas setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Hong Kong,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/11).

Untuk sentimen dari dalam negeri, laju inflasi Indonesia pada Oktober 2019 diperkirakan melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sehingga, inflasi sepanjang 2019 tampaknya masih terkendali di kisaran 3 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi periode November 2019 pada awal pekan depan. Oleh karena itu, Ibrahim memprediksi pada perdagangan awal pekan depan, Senin (2/12), rupiah masih bergerak melemah di kisaran Rp14.095 per dolar AS hingga Rp14.120 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper