Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham MYRX Sentuh Level Gocap, Ini Kata Manajemen Hanson International

Dalam 3 hari terakhir, emiten berkode saham MYRX itu anjlok 45,05% dari posisi RpRp94 per saham menjadi Rp50 per saham.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 November 2019  |  18:52 WIB
Mantan Komisaris Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro memberikan penjelasan pada seminar Fundamental Step for Better Future di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Mantan Komisaris Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro memberikan penjelasan pada seminar Fundamental Step for Better Future di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Belum lama ditinggal oleh investor kawakan Benny Tjokro dari posisi Komisaris Utama, saham PT Hanson International Tbk. terkapar ke level Rp50.

Dalam 3 hari terakhir, emiten berkode saham MYRX itu anjlok 45,05% dari posisi RpRp94 per saham menjadi Rp50 per saham. Adapun pada perdagangan hari ini Jumat (8/11/2019), MYRX diperdagangkan sebanyak 90 kali dengan nilai mencapai Rp294,44 miliar. Namun tetap, MYRX diperdagangkan dengan nilai terendah Rp50 per saham.

Selama tahun berjalan 2019, saham emiten properti itu sempat menyentuh level tertinggi Rp121 per saham.

Direktur Hanson International Rony Agung Suseno mengatakan anjloknya saham perseroan akibat berita-berita negatif terkait utang individual yang dilakukan perseroan. Menurutnya, berita yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan.

“Sebenarnya tidak ada korban investasi ilegal atau apa pun seperti yang diberitakan. Hal ini membuat investor publik dan pemegang saham menjadi resah,” katanya pada Jumat (8/11/2019).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, MYRX melakukan perjanjian penerbitan utang-piutang bilateral dengan pemberi pinjaman individual dengan opsi kepada pemberi pinjaman untuk mendapatkan pelunasan dalam bentuk kas atau produk properti Grup.

Perjanjian ini tidak dapat dialihkan tanpa persetujuan para pihak dan bukan termasuk kategori efek. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 3-12 bulan engan suku bunga 9%-12% per tahun dan tidak ada jaminan.

Adapun saldo Pinjaman individual Hanson International pada 2016 tercatat Rp230,11 miliar, 2017 Rp921,2 miliar, pada 2018 Rp1,88 triliun dan September 2019 Rp2,51 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hanson international saham
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top