EMITEN BARU : Saham Ginting Jaya Energi (WOWS) Tergelincir ke Zona Merah

Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten baru bersandi WOWS itu melemah 15,5% atau 70 poin dari harga IPO Rp450 per saham ke level Rp380 per saham pada akhir sesi I perdagangan Jumat (8/11/2019).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 08 November 2019  |  13:20 WIB
EMITEN BARU : Saham Ginting Jaya Energi (WOWS) Tergelincir ke Zona Merah
Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani (batik) bersama jajaran manajemen PT Ginting Jaya Energi Tbk. seusai pembukaan perdagangan BEI, Jumat (8/11/2019). - Bisnis/Annisa S. Rini

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Ginting Jaya Energi Tbk. tergelincir ke zona merah pada hari pertama diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten baru bersandi WOWS itu melemah 15,5% atau 70 poin dari harga IPO Rp450 per saham ke level Rp380 per saham pada akhir sesi I perdagangan Jumat (8/11/2019).

Pada sesi I hari ini, terjadi 7.784 kali transaksi saham WOWS dengan volume 80,76 juta sasham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp36,08 miliar.

Tiga broker dengan nilai transaksi saham WOWS yang terbesar, yakni Bhakti Sekuritas, Reliance Sekuritas, dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Ginting Jaya Energi merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang utilitas dan penyewaan jasa rig workover dan well services (Wows) dan enhanced oil recovery (EOR).

WOWS mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia untuk pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Ginting Jaya Energi juga listing pada hari ini. Dalam IPO, WOWS melepas 750 juta saham dalam IPO dengan harga penawaran Rp450 per saham. Harga pelaksanaan itu ada di batas atas dari kisaran Rp350-Rp450 per saham yang ditawarkan selama masa penawaran umum saham perdana.

Dari aksi IPO itu, perusahaan minyak asal Sumatra Selatan itu bakal mengantongi dana segar Rp337,5 miliar.

Saham WOWS dikategorikan sebagai saham syariah dan dilepas ke publik sebanyak 750 juta saham yang mewakili 30,29 % modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana.

Rencana Ekspansi Bisnis

CEO Ginting Jaya Energi Jimmy Hidayat mengungkapkan 63,56% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penambahan 7 rig work over dan well services (Wwows) perseroan.

“Selain itu juga untuk Pembelian aset tetap untuk mendukung operasional sebesar 16,74% dan pelunasan sebagian utang leasing dengan perusahaan pembiayaan yang merupakan pihak ketiga sebanyak 13,06%,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Adapun pendapatan perseroan pada 2020 diproyeksikan akan naik 1,5 kali lipat dengan laba bersih tumbuh hingga 250%.

Pada 2019 perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp185 miliar. Target ini meningkat sebesar 10,02% dibandingkan dengan 2018. Adapun laba bersih pada 2019 yang ditargerkan perseroan adalah Rp31 miliar.

Nilai tersebut berdasarkan pada nilai kontrak yang didapat pada tahun ini. Hingga April 2019, WOWS mendapatkan kontrak senilai Rp390 miliar untuk layanan workover dan well service (wows) yang dengan masa kontrak selama 2 tahun.

“Karena kontraknya 2 tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ginting Jaya Energi, ipo

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top