Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Bank Mandiri Sambangi Istana, Ini Laju Saham BMRI

Dalam sepekan, BMRI menguat 5,54%. Namun, saham bank pelat merah itu masih terkoreksi 3,05% secara year-to-date.
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan paparan kinerja perusahaanya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/8)./JIBI-Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan paparan kinerja perusahaanya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/8)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat (25/10/2019).

Pada perkembangan lain, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo tampak hadir di Istana Kepresidenan terkait dengan penunjukkan posisi wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten bersandi BMRI itu melemah 75 poin atau 1,04% ke level Rp7.150 hingga pukul 10:19 WIB perdagangan Jumat (25/10/2019).

Dalam sepekan, BMRI menguat 5,54%. Namun, saham bank pelat merah itu masih terkoreksi 3,05% secara year-to-date.

Selain BMRI, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga cenderung memerah. Saham BBRI tercatat turun 20 poin atau -0,23% ke level Rp4.290 dan BBNI turun 100 poin atau 1,27% ke level Rp7.800.

Di sisi lain, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melaju di zona hijau. BBTN naik 10 poin atau 0,5% ke level Rp2.020 per saham.

Seperti diberitakan Bisnis, bos Bank Mandiri merupakan 1 dari 12 orang yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana pada hari ini. Pria yang akrab disapa Tiko itu disebut-sebut bakal mendampingi Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Wakil Menteri BUMN.

Sebagai informasi, Tiko lahir pada 1973 dan mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi dan Akuntansi dan Erasmus University Rotterdam program MBA.

Dia menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri sejak Maret 2016, sebelumnya mengisi posisi Direktur Keuangan di perusahaan yang sama sejak Maret 2015 hingga Maret 2016.

Tiko juga pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai Januari 2014 hingga Maret 2015. Selain itu, dia juga berkarier di berbagai perusahaan seperti RSM AAJ, Bank of Japan, PwC Financial Advisory Services, Boston Consulting Group, dan Indonesia Infrastructure Finance.

Dalam risetnya, analis Bahana Sekuritas Prasetya Christy Gunadi merekomendasikan beli untuk saham BMRI. Target harga saham BMRI ditetapkan sebesar Rp9.000 per saham.

"Karena valuasi bank pelat merah ini sudah cukup murah dan memiliki porsi pembiayaan infrastruktur yang besar dengan market share sekitar 12,9%," tuturnya.

Bank BUMN itu dinilai cukup berhati-hati dalam menjaga kualitas kreditnya dan berkonsentrasi untuk menjaga stabilitas net interest margin (NIM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper