Ada Jokowi Effect, IHSG & Rupiah Kompak Lanjut Menguat Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Senin (21/10/2019), sehari pasca pelantikan Presiden Joko Widodo.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  09:40 WIB
Ada Jokowi Effect, IHSG & Rupiah Kompak Lanjut Menguat Pagi Ini
Presiden Joko Widodo bersiap membunyikan lonceng usai Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Jakarta, Jumat (28/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada awal perdagangan hari ini, Senin (21/10/2019), sehari pascapelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,31 persen atau 19,22 poin ke level 6.211,17 pada pukul 09.19 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (18/10), IHSG berakhir di level 6.191,95 dengan kenaikan 0,18 persen atau 10,93 poin, reli penguatan perdagangan hari keenam beruntun.

Penguatan indeks mulai berlanjut pada Senin (21/10) dengan dibuka naik 0,26 persen atau 15,94 poin di posisi 6.207,89. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.203,45 – 6.228,23.

Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin barang konsumen (+0,96 persen) dan infrastruktur (+0,65 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah adalah finansial yang turun tipis 0,04 persen.

Sebanyak 161 saham menguat, 80 saham melemah, dan 417 saham stagnan dari 658 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 1,19 persen dan 0,57 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 menguat 0,36 persen atau 1,93 poin ke level 542,2 pukul 09.20 WIB, setelah berakhir menguat 0,62 persen atau 3,3 poin di posisi 540,27 pada Jumat (18/10), penguatan hari keenam beruntun.

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing juga menguat 0,42 persen dan 0,21 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,07 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite turun 0,38 persen saat indeks CSI 300 naik tipis 0,08 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,22 persen.

Menurut tim Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan akan cenderung menguat menantikan pengumuman kabinet baru pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Pada Minggu (20/10), Jokowi dan Ma’ruf Amin resmi dilantik sebegai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Selain itu, Presiden Joko Widodo berjanji akan mengumumkan susunan kabinet kerja jilid 2 pada Senin (21/10) pagi ini.

Jokowi juga dikabarkan akan memangkas golongan eselon pada periode kedua pemerintahannya. Langkah penyederhanaan birokrasi ini diharapkan akan menciptakan investasi.

Dari luar negeri, pada Jumat (18/10), China merilis angka produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga yang menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi China hanya tumbuh sebesar 6 persen atau merupakan pertumbuhan terendah dalam 27 tahun terakhir.

Sementara itu, bursa saham AS pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup dengan kondisi melemah. Dow Jones turun sebesar -0.95%, S&P 500 turun -0.39%, dan Nasdaq turun -0.83%.

Pelemahan pada bursa AS juga diikuti oleh bursa saham Eropa. FTSE dan Euro Stoxx mengalami penurunan masing masing sebesar -0.44% dan -0.26%.”

“Kami perkirakan pada hari Senin (21/10), IHSG akan cenderung menguat menunggu pengumuman kabinet baru,” jelas Samuel Sekuritas, sikutip dari riset hariannya.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terpantau lanjut menguat 18 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.130 per dolar AS Senin pagi (21/10) pukul 09.20 WIB, setelah ditutup terapresiasi 7 poin atau 0,05 persen di level 14.148 pada Jumat (18/10).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top