Grow Fast Grow Fair, Melihat Pertumbuhan Waskita Beton dari Kaca Mata Wartawan

Dalam lima tahun, Waskita Beton berhasil mencapai pertumbuhan produksi hingga 5 kali lipat. Wartawan Senior Lahyanto Nadie pun merekamnya dalam buku berjudul Grow Fast Grow Fair, Kiat Waskita Beton Tumbuh 5 Kali Lipat dalam 5 Tahun.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  18:43 WIB
Grow Fast Grow Fair, Melihat Pertumbuhan Waskita Beton dari Kaca Mata Wartawan
Lahayanto Nadie (kiri) bersama Direktur Keuangan PT. Waskita Beton Precast Tbk Anton Y. Nugroho saat meluncurkan buku Grow Fast Grow Fair - Istimewa

Bisnis.com, BOJONEGARA - Pertumbuhan Waskita Beton dalam menjalankan roda bisnisnya patut menjadi contoh perusahaan lainnya. Dalam lima tahun, Waskita Beton berhasil mencapai pertumbuhan produksi hingga 5 kali lipat.

Wartawan Senior Lahyanto Nadie pun merekamnya dalam buku berjudul Grow Fast Grow Fair, Kiat Waskita Beton Tumbuh 5 Kali Lipat dalam 5 Tahun.

Buku ini adalah buku kelima yang dibuat Lahyanto Nadie dan merupakan bagian dari seri penerbitan buku di pasar modal yang disusun untuk mempercepat sosialisasi investasi di bursa efek.

Setelah pensiun dari Bisnis Indonesia Group, dua tahun lalu, pengajar di Kwik Kian Gie School of Business dan Polimedia Jakarta ini makin produktif menulis buku. Hal itu  dilakukannya di tengah aktivitasnya memberikan pelatihan mengenai komunikasi, manajemen media massa, dan budaya perusahaan.

Lulusan Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia ini menulis sejumlah buku antara lain Pengemudi Kehidupan, Pasar Modal di Ujung Pena, Media Massa & Pasar Modal, Mencari Keadilan Subsidi Listrik dan menjadi editor Spiritualitas Bencana.

“Buku ini untuk edukasi kepada publik agar masyarakat makin mengenal pasar modal,” kata Lahyanto, Rabu (16/10/2019).

Lay, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa dari 627 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baru beberapa saja yang menerbitkan buku sebagai sosialisasi kepada pemangku kepentingan di pasar modal.

“Kapitalisasi pasar di bursa saham yang mencapai Rp7.000 triliun lebih menunjukkan bahwa potensi bisnis di bursa begitu besar,” ujarnya memberi ilustrasi.

Peluncuran buku Grow Fast Grow Fair digelar di plant Bojonegara, Banten, Senin (7 Oktober 2019), bertepatan dengan ulang tahun kelima PT Waskita Beton Tbk. yang tercatat sebagai emiter dengan kode saham WSBP.

Bersama Direktur Keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk Anton Y. Nugroho, penguji kompetensi wartawan dari Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) itu meluncurkan buku dengan melepas tirai dummy buku dalam ukuran besar.

Anton kemudian menyerahkan buku tersebut kepada komisaris WSBP Anis Baridwan, Suhendro Bakri dan Haris Gunawan disaksikan Direktur Utama WSBP Jarot Subana, Direktur SDM Munib Lusianto, Direktur Produksi Yudhi Dharmawan dan Direktur Pemasaran Agus Wantoro.

Apa yang istimewa dari PT Waskita Beton Precast Tbk? Lay menjelaskan bahwa pada usia Waskita Precast yang kelima pada 7 Oktober 2019, pencapaian paling fenomenal adalah dalam bidang produksi mencapai lima kali lipat. Inilah yang mengantarkannya pada posisi kedua dalam kapasitas produksi beton pracetak di Indonesia.

Sepertinya Waskita Precast menganut paham The bigger and more efficient. Teori yang dikatakan oleh Allen N. Berger  "....The scale economies measure determines the scale-efficient output..".

"Proses produksi yang efisien, membuat ia unggul pada faktor pricing. Ia melakukan strategi usaha yang terintegrasi dengan mengusai bisnis dari hulu ke hilir, sehingga dapat memberikan value harga yang lebih rendah, dengan kualitas yang baik," ujar Lay.

Lay menambahkan, kinerja itu didukung oleh pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan menjadikan human capital sebagai aset investasi di masa depan. Dalam pemasaran produknya, WaskitaPrecast melakukan positioning dengan memetakan pasar.

Strategi itu didukung dengan memperkuat struktur pendanaan perusahaan melalui skema go public. Ketika melangsungkan IPO, WSBP baru berusia  dua tahun dan menorehkan catatan oversubcribed tiga kali dengan meraih dana Rp5,16 triliun.

Analis menilai saham Waskita Precast yang berkode WSBP menjadi saham unggulan karena memiliki fundamental perusahaan yang kuat.

Direktur PT Waskita Karya Tbk. Bambang Rianto mengatakan bahwa Waskita Precast setelah dilahirkan bukan merangkak tapi langsung berlari. “Ini bisa jadi role model bagi perusahaan BUMN lain,” katanya.

Komisaris Independen Waskita Precast Anis Baridwan menjelaskan salah satu kunci sukses WSBP adalah menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dalam melaksanakan bisnisnya. 

“Pengawasan yang dilakukan oleh komisaris juga menekankan pada prinsip GCG,” kata Anis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buku

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top