IHSG Bangkit dari Zona Merah, Ini Pendorongnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (11/10/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  09:50 WIB
IHSG Bangkit dari Zona Merah, Ini Pendorongnya
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (11/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,39 persen atau 23,41 poin ke level 6.047,05 pada pukul 09.18 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/10), IHSG berakhir di level 6.023,64 dengan koreksi 0,09 persen atau 5,52 poin, penurunan hari kedua berturut-turut.

Indeks mulai bangkit dari zona merah dengan dibuka naik 0,16 persen atau 9,68 poin di posisi 6.033,32. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.033,32 – 6.051,05.

Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin industri dasar (+0,75 persen) dan aneka industri (+0,74 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah adalah pertanian yang turun 0,15 persen.

Sebanyak 165 saham menguat, 62 saham melemah, dan 430 saham stagnan dari 657 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang masing-masing naik 1,29 persen dan 1,53 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 rebound dan menguat 0,36 persen atau 1,87 poin ke level 520,75 pukul 09.18 WIB, setelah berakhir melandai 0,03 persen atau 0,14 poin di posisi 518,88 pada Kamis (10/10).

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing mampu menguat 0,51 persen dan 0,96 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menanjak 0,88 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,16 persen dan 0,19 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong bahkan naik tajam 1,50 persen.

Menurut tim Sinarmas Investment Research, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di level 5.988 – 6.080. Pada perdagangan Kamis (10/10), bursa AS ditutup menguat seiring dengan meningkatnya harapan terkait hasil diskusi antara AS dan China.

Dow Jones Industrial Average menguat 150,66 poin atau 0,57 persen ke level 26.496,67, sedangkan indeks S&P 500 naik 18,73 poin atau 0,64 persen ke 2.938,13 dan Nasdaq Composite menguat 47,04 poin atau 0,6 persen ke 7.950,78.

Perdagangan after-hours di AS pun semakin bergairah karena Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan dengan China telah berjalan "sangat baik".

Para pejabat China juga telah mengindikasikan lebih banyak keinginan untuk bernegosiasi, menurut laporan kantor berita Xinhua, sementara seorang pejabat senior Kamar Dagang AS mengatakan para perunding AS dan China sedang berupaya menuju perjanjian pembangunan kepercayaan.

Sementara itu, tim riset Indo Premier Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguat ke kisaran 5.985-6.055 pada perdagangan hari ini, didorong ekpektasi investor akan adanya kemajuan dalam negosiasi dagang antara AS dan China.

Selain itu, menguatnya nilai tukar rupiah serta sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, dan timah diperkirakan menjadi tambahan katalis positif di pasar.
 
"IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support di level 5.985 dan resistance di level 6.055,” papar Indo Premier melalui riset hariannya.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah terpantau menguat 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.140 per dolar AS Jumat pagi (11/10) pukul 09.16 WIB, setelah ditutup terapresiasi 23 poin atau 0,16 persen di level 14.150 pada Kamis (10/10).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top