PTPP Targetkan Divestasi Saham 2 Ruas Tol Rampung Awal 2020

Emiten dengan kode saham PTPP ini menguasai saham sebesar 15%, sedangkan di Jasamarga Pandanaan Malang perseroan memiliki 35% saham. 
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  07:30 WIB
PTPP Targetkan Divestasi Saham 2 Ruas Tol Rampung Awal 2020
Pekerja mengerjakan proyek pembangunan hunian bertingkat PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Senin (29/5). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—PT PP (Persero) Tbk. berencana melepas kepemilikan saham pada dua perusahaan tol yang telah beroperasi. Perseroan memproyeksikan proses tersebut rampung pada awal tahun depan.

Dua perusahaan tol tersebut adalah PT Jasamarga Kualanamu Tol dan PT Jasamarga Pandaan Malang. Masing-masing entitas merupakan pemegang konsesi jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi dan Pandaan—Malang.

Jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi memiliki panjang 61,70 kilometer dan jalan tol Pandaan—Malang beroperasi di tiga seksi sepanjang 30,60 kilometer.

Direktur Perencanaan & Pengembangan PT PP M. Aprindy mengatakan saat ini perseroan sedang melakukan valuasi atau penaksiran nilai saham di kedua perusahaan tersebut. “Mungkin [selesai] pada kuartal I/2020,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (8/10/2019).

Sebagai informasi, pada Jasamarga Kualanamu Tol, emiten dengan kode saham PTPP ini menguasai saham sebesar 15%, sedangkan di Jasamarga Pandanaan Malang perseroan memiliki 35% saham. 

Aprindy menyebutkan saat ini sudah ada beberapa investor dalam negeri yang berminat untuk mengambil alih saham perseroan di kedua jalan tol tersebut. Sebelumnya, perseroan telah menawarkan kepada badan usaha milik negara lainnya, terutama operator.

“Kami targetkan melepas seluruh saham,” ujarnya.

Adapun, divestasi ini dilakukan dengan tujuan menambah modal untuk pengembangan proyek jalan tol selanjutnya. Saat ini, PTPP telah membentuk PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak setelah menang lelang pengusahaan jalan tol Semarang—Demak.

PTPP bersama Delta Mega Persada juga telah mendapatkan izin prakarsa pengusahaan tol Semanan—Balajara yang diperkirakan menelan investasi senilai Rp15,60 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat menuturkan perseroan sedang mengajukan usulan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menjadi pemrakarsa beberapa ruas tol, salah satunya Malang—Kepanjen yang merupakan terusan dari tol Pandaan—Malang. Jika disetujui sebagai pemrakarsa, perseroan bakal mulai aktivitas pada kuartal I/2020 dan mulai konstruksi pada pertengahan tahun atau kuartal III tahun depan.

Untuk pengerjaan ruas tol sepanjang 30 kilometer tersebut, PTPP menyiapkan dana sekitar Rp6 triliun hingga Rp7 triliun. Selain ruas Malang—Kepanjen, Lukman menyebutkan perseroan juga mengusulkan pemrakarsa pada 2 jalan tol di Jakarta dan 1 jalan tol di Jawa Barat. Namun, dia masih enggan menyebutkan secara detil.

Saat ini, lanjutnya, PTPP memiliki 8 konsensi jalan tol dan apabila usulan pemrakarsa Malang—Kepanjen disetujui maka perseroan menambah 1 konsensi jalan tolnya.

Hingga September 2019, PTPP mencatatkan kontrak baru senilai Rp23 triliun. Perseroan memutuskan untuk merevisi ke bawah target akhir tahun karena beberapa tender proyek mengalami penundaan.

Pada awalnya perseroan menargetkan raihan nilai kontrak baru (NKB) senilai Rp50,3 triliun pada akhir 2019. Namun, melihat tender beberapa proyek pemerintah dan swasta ditunda dan kemungkinan baru dilaksanakan tahun depan, maka perseroan merevisi NKB menjadi Rp45 triliun.

Pendapatan dan laba akhir tahun juga direvisi, tetapi Lukman masih enggan menyebutkan nilai revisi pendapatan dan laba karena harus membicarakan hal ini dengan jajaran komisaris perseroan terlebih dahulu. “Mudah-mudahan akhir Oktober sudah selesai dan bisa disampaikan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, ptpp

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top