Bakal Akuisisi Tambang, Sumber Energi Andalan (ITMA) Rights Issue Rp255 Miliar

PT Sumber Energi Andalan Tbk. berencana melakukan akuisisi pada perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur pertambangan maupun energi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  08:27 WIB
Bakal Akuisisi Tambang, Sumber Energi Andalan (ITMA) Rights Issue Rp255 Miliar
Ilustrasi aktivitas pertambangan mineral di Pemali, Bangka, Indonesia. - Reuters/Fransiska Nangoy

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sumber Energi Andalan Tbk. akan melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Aksi korporasi ini seiring dengan rencana perseroan melakukan akuisisi perusahaan di bidang infrastruktur pertambangan dan energi.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Selasa (1/10/2019), emiten bersandi saham ITMA ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan ekspor impor serta jasa konsultasi dan kontraktor dalam bidang pertambangan dan energi.

ITMA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 340 juta saham biasa atau setara dengan 50% dibandingkan dnegan modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum pelaksanaan PMHMETD I, dengan nilai nominal Rp50 dan harga pelaksanaan Rp750 per saham. Dengan demikian, nilai rights issue itu sebesar Rp255 miliar.

Setiap pemegang 2 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 9 Oktober 2019 pukul 16.00 WIB memiliki 1 HMETD, di mana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Rights issue ini telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 7 Agustus 2019. Saham baru ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Oktober 2019.

Dana yang diterima dari hasil rights issue sebesar Rp255 miliar, setelah dikurangi dengan biaya emisi, sekitar 98% digunakan untuk pengembangan usaha.

Perseroan berencana melakukan akuisisi pada perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur pertambangan maupun energi. Selain akuisisi, perusahaan juga dapat melakukan pembelian aset secara langsung dari perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur pertambangan maupun energi tersebut.

"Perseroan masih dalam tahap negosiasi dan diskusi dengan beberapa calon penjual, untuk mengetahui dan menentukan struktur transaksi yang optimal. Perseroan memperkirakan transaksi dapat diselesaikan pada 2020," terang manajemen dalam prospektus.

Adapun, sekitar 2% sisanya digunakan untuk modal kerja di antaranya biaya operasional mencakup beban gaji, sewa kantor, tenaga ahli, dan biaya lain sehubungan dengan operasional perseroan.

Bersamaan dengan rights issue, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya Rp238 juta waran seri I dengan rasio 10 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut, melekat 7 waran seri I. Penerbitan waran seri I ini setara dengan 35% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan sebelum pelaksaanaan HMETD dan waran seri I.

Setiap pemegang 1 waran berhak untuk membeli 1 saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp800 per saham, sehingga seluruhnya berjumlah sebesar-besarnya Rp190,40 miliar. Waran seri I dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan waran yakni mulai 13 April 2020 hingga 12 Oktober 2020.

Trust Energy Resources Pte Ltd sebagai pemegang saham perseroan, telah menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang diperoleh. Dengan demikian, kepemilikan saham Trust Energy Resoutces akan terdilusi, dari 43,91% sebelum pelaksanaan HMETD menjadi 34,98% setelah pelaksanaan HMETD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, sumber energi andalan

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top