Aneka Tambang (ANTM) Bidik Akuisisi Tambang Emas Baru

Direktur Operasi dan Produksi Aneka Tambang, Hartono mengatakan bahwa perseroan berencana melakukan akuisisi tambang emas baru sebelum izin usaha pertambangan (IUP) tambang Pongkor habis pada 2021.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 September 2019  |  06:21 WIB
Aneka Tambang (ANTM) Bidik Akuisisi Tambang Emas Baru
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. menyebut tengah membidik lokasi tambang baru guna menambah cadangan emas yang terus menipis hingga saat ini.

Direktur Operasi dan Produksi Aneka Tambang, Hartono mengatakan bahwa perseroan berencana melakukan akuisisi tambang emas baru sebelum izin usaha pertambangan (IUP) tambang Pongkor habis pada 2021.

“Ada rencana akuisisi, nanti tunggu sebelum tambang lama habis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/8/2019).

Hartono menjelaskan bahwa secara regulasi emiten berkode saham ANTM itu masih memiliki izin untuk melakukan perpanjangan izin IUP Tambang Pongkor 2x10 tahun lagi.

Adapun, pada 2018, ANTM masih memiliki cadangan emas sebanyak 19 ton, dengan total sumberdaya sebanyak 42 ton. Perseroan memproyeksikan untuk Tambang Pongkor sumber daya mineral yang dimiliki mencapai 18 ton.

Hartono menjelaskan bahwa hingga saat ini perseroan terus melakukan eksplorasi terhadap Tambang Pongkor. Eksplorasi tersebut dilakukan secara lateral maupun vertikal. Dia menyebut eksplorasi tersebut pada saat ini dilakukan pada kedalaman 425 meter dari permukaan laut.

“Pongkor ini kami tetap melakukan kegiatan eksplorasi, kalau di IUP kami kan memang berakhir 2021, tapi kami udah submit untuk melakukan perpanjangan, karena ada cadangan yang ada, sehingga kami akan tetap berlanjut setelah 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk menambah kapasitas produksi, Hartono mengatakan bahwa perseroan akan melakukan produksi pada tambung baru perseroan di Papandayan, Jawa Barat.

Dia menjelaskan bahwa perseroan pada lokasi Tambang Papandayan, terdapat potensi cadangan emas sebanyak 3,5 ton. Perseroan telah mengantongi IUP operasi produksi untuk tambang tersebut.

“Akhir tahun ini mining block test, kemudian tahun depan sudah mulai menambang. Produksi per tahun 700 kg—800 kg,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, ANTM menargetkan produksi emas 2.036 kilogram (kg) pada 2019 dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung. Dari situ, penjualan emas diproyeksikan mencapai 32.036 kg atau tumbuh 14% dari 27.894 kg dari realisasi pada 2018.

Komoditas emas merupakan kontributor terbesar terhadap nilai penjualan unaudited ANTM pada semester I/2019. Lini usaha itu menyumbangkan Rp9,61 triliun atau 67% dari total nilai penjualan Januari 2019—Juni 2019.

Secara perinci, perseroan pertambangan milik negara itu melaporkan penjualan yang tidak diaudit atau unaudited emas mencapai 15.741 kg pada semester I/2019. Realisasi tersebut tumbuh 14% dibandingkan 13.760 kg per akhir Juni 2018.

“Eksplorasi di lain tempat kami mulai kegiatan eksplorasi di Pegunungan Bintang, Papua dan perlu waktu sekitar 5 tahun untuk mencapai produksi,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antm

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top