Ingin Lanjutkan Kerja Sama dengan Sriwijaya Air, Ini Alasan Garuda Indonesia (GIAA)

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) berkeinginan untuk melanjutkan KSM dengan Sriwijaya Air guna menyelamatkan kepentingan nasional pada industri penerbangan di Tanah Air.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 September 2019  |  20:02 WIB
Ingin Lanjutkan Kerja Sama dengan Sriwijaya Air, Ini Alasan Garuda Indonesia (GIAA)
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ingin melanjutkan kerja sama manajemen dengan PT Sriwijaya Air setelah terjadinya sengketa antara keduanya.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan bahwa perseroan tetap ingin melanjutkan kerja sama manajemen (KSM) dengan Sriwijaya Air dengan menimbang beberapa poin penting.

Menurutnya, berjalannya KSM dapat "menyelamatkan" Sriwijaya Air dari lilitan utang usaha kepada beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Piutang BUMN lain dengan mereka kan harus diamankan, nah kalau Garuda masuk otomatis kami bantu bisnis mereka [Sriwijaya] berjalan, kalau bisnis mereka berjalan otomatis mereka bisa bayar utang,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/9/2019).

Sebelum KSM Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air berlangsung pada akhir 2018, maskapai milik Chandra Lie itu memiliki utang usaha dengan PT Pertamina (Persero) senilai Rp942 miliar, PT GMF AeroAsia Tbk. Rp810 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. senilai Rp585 miliar, PT Angkasa Pura II (Persero) senilai Rp80 miliar, dan PT Angkasa Pura I (Persero) senilai Rp50 miliar.

Ikhsan mengatakan bahwa KSM dengan Grup Garuda membuat Sriwijaya Air harus melaksanakan standar pelayanan, keamanan, dan manajemen yang setara dengan maskapai pelat merah itu.

“Mereka bagus karena orang melihat brand Garuda. Brand mereka [Sriwijaya Air] bagus karena standarnya sudah ditingkatkan dari seluruh aspek salah satunya faktor keamanan,” jelasnya.

Ikhsan menambahkan bahwa perseroan berkeinginan untuk melanjutkan KSM dengan Sriwijaya Air guna menyelamatkan kepentingan nasional pada industri penerbangan di Tanah Air.

Pasalnya, jika tidak diselamatkan, Sriwijaya Air dapat berhenti beroperasi yang nantinya akan berdampak kepada sekitar 6.000 karyawan. Selain itu, keseimbangan industri penerbangan dalam negeri juga dapat terganggu apabila Sriwijaya Air berhenti beroperasi.

“Bagi Garuda ke depannya kami tetap ada KSM, karena melihat tiga poin tadi, tapi harus kedua belah pihak,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sriwijaya air, garuda indonesia

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top