Stok Batu Bara di Eropa Naik

Stok batu bara di terminal utama Amsterdam, Rotterdam dan Antwerp (ARA) dipatok minggu ini pada 7,1 juta ton, tertinggi sejak akhir Mei.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 26 September 2019  |  11:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Stok batu bara di terminal curah kering Eropa barat laut dilaporkan telah naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena tingkat sungai yang rendah mengakibatkan berkurangnya pengiriman tongkang ke pabrik darat.

Mengutip Bloomberg, stok di terminal utama Amsterdam, Rotterdam dan Antwerp (ARA) dipatok minggu ini pada 7,1 juta ton, tertinggi sejak akhir Mei.

"Volume tongkang menurun karena tingkat air yang lebih rendah di sungai. Saya pikir Anda akan melihat tingkat batu bara naik sedikit [lebih] dalam beberapa minggu mendatang," kata seorang sumber di salah satu terminal ARA  pada Selasa.

Menurut data resmi, tingkat air di Kaub, Jerman, terakhir terlihat pada 100 sentimeter dan diperkirakan akan tetap berada di sekitar level ini hingga akhir pekan.

Saat ketinggian sungai turun di bawah 200 cm, operator tongkang mengurangi muatan untuk berlayar ke perairan yang lebih dangkal.

"Pengisian ke tongkang [dari stok] dalam beberapa minggu terakhir telah sangat [dikurangi] dan tingkat penyimpanan berada pada level tinggi," kata seorang sumber di terminal lain.

Dia mengatakan, pihaknya masih memiliki beberapa ruang yang tersedia, tetapi hal tersebut cukup menantang.

Namun demikian, prakiraan cuaca menunjukkan hujan minggu depan kemungkinan akan membantu mengisi kembali sungai-sungai Jerman.

Perusahaan pembangkit listrik Jerman ENBW mengatakan pengurangan pengiriman tongkang tidak menjadi masalah sejauh ini, sementara RWE mengatakan tidak mengalami pengurangan.

Seorang juru bicara untuk pembangkit listrik tenaga batubara 2 GW Mannheim mengatakan situasi pasokan untuk batubara keras impor saat ini tidak kritis.

Pada April, persediaan ARA naik ke level tertinggi sejak Montel mulai menyusun data pada 2012, sebesar 7,27 juta ton.

Sementara itu, Komisi Pusat untuk Navigasi Rhine mengatakan dalam laporannya yang baru-baru ini diterbitkan 2019 bahwa perubahan kondisi iklim memerlukan perubahan pada model pengiriman darat saat ini.

"Bahkan tanpa perubahan iklim, fluktuasi kuat kondisi navigasi ... akan terjadi di masa depan," katanya, menunjuk pada penurunan 11% dalam total barang yang diangkut sepanjang Rhine tahun lalu, dibandingkan 2017, menjadi 165 juta ton.

Menurut mereka, alasan utama adalah tingkat air yang rendah, memiliki dampak mendalam pada tarif pengiriman.

"Di cekungan Rhine, tarif pengiriman [curah kering] ... meningkat pada Oktober dan November 2018 ke tingkat yang sekitar 2,5 kali lebih tinggi dari biasanya."

Oleh sebab itu, perlu untuk memikirkan kembali konsep logistik, termasuk ukuran dan desain kapal.

“[Konsep seperti itu] yang ada saat ini ... cenderung membuat navigasi darat sangat rentan terhadap perubahan iklim,” tambahnya.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batubara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top