Trump Beri Sinyal Positif soal Perang Dagang, Harga Minyak Terangkat

Harapan segera tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China menjadi sentimen positif bagi harga minyak.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 26 September 2019  |  09:35 WIB
Trump Beri Sinyal Positif soal Perang Dagang, Harga Minyak Terangkat
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah membaik pada Kamis (26/9/2019), setelah terdengar nada yang lebih positif dari Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dagang dengan China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat tipis 0,32 persen atau 0,13 poin ke posisi US$56,12 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent menguat 0,24 persen atau 0,15 poin ke posisi US$62,48 per barel.

Trump mengatakan sengketa dagang dengan China bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

“Lebih cepat dari yang Anda perkirakan,” ucapnya seperti dilansir Bloomberg.

Pada saat yang sama, Trump juga menyepakati persetujuan terbatas dengan Jepang.

Sementara itu, menurut sumber Bloomberg, perusahaan minyak Saudi Aramco telah mempercepat total kapasitasnya menjadi lebih dari 11 juta barel per hari dalam waktu sepekan lebih awl dari perkiraan. 

Dalam perkembangan lain, Iran menyampaikan sanksi AS adalah penghalang bagi negosiasi antara Republik Islam dan kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut. Sanksi itu meredupkan prospek pengembalian minyak Iran ke pasar.

Menteri Perminyakan Irak Thamir Ghadhban mengungkapkan negaranya akan mengurangi produksi minyak pada akhir September 2019, dan meningkatkan pemangkasan produksi pada bulan depan.

Serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi telah membuat tingkat kapal tanker minyak naik tajam. Ukuran tarif pengiriman dari Bursa Baltik di London telah melonjak 20 persen sejak 13 September 2019, sehari sebelum instalasi minyak Aramco diserang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, perang dagang AS vs China

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top