Investor Abaikan Risiko Impeachment Trump, Dolar AS Stabil

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak stabil pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/9/2019), didukung tanda-tanda progres hubungan perdagangan AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2019  |  09:08 WIB
Investor Abaikan Risiko Impeachment Trump, Dolar AS Stabil
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak stabil pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/9/2019), didukung tanda-tanda progres hubungan perdagangan AS-China.

Sentimen tersebut mendorong investor mengabaikan prospek penyelidikan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Donald Trump.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, turun tipis 0,073 poin atau 0,07 persen ke level 98,964 pada pukul 07.58 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (25/9), indeks dolar AS berakhir di level 99,037 dengan kenaikan 0,71 persen atau 0,700 poin, tertajam dalam tiga bulan terakhir.

“Ini benar-benar pergerakan yang lumayan,” ujar Nick Twidale, salah satu pendiri perusahaan penyedia keuangan perdagangan yang berbasis di Sydney, Xchainge.

Menurut Twidale, pergerakan dolar AS didorong optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China dan sikap pasar yang mengesampingkan prospek impeachment untuk saat ini.

“Pasar mengabaikan hal ini dengan sangat, sangat cepat dan kami beralih ke hal-hal berikutnya. Seiring berjalannya waktu, ini akan menjadi menarik, tetapi kita harus kembali ke fundamental dan fundamental akan mendorong dolar lebih tinggi dari waktu ke waktu,” terangnya, seperti dikutip dari Reuters.

Aksi jual sempat melanda greenback setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi mengumumkan untuk melakukan proses penyelidikan impeachment secara resmi terhadap Trump.

Trump menghadapi tuduhan meminta bantuan asing untuk menyingkirkan pesaing politiknya menjelang pilpres AS 2020, setelah terungkap komunikasinya via sambungan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Transkrip via telepon itu yang kemudian dirilis oleh pemerintah menunjukkan bahwa Trump telah menekan Zelenskiy untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden, rival Trump dalam pilpres mendatang, tetapi tidak menunjukkan ancaman Trump terhadap Zelenskiy.

Sementara itu, ekspektasi untuk tercapainya kesepakatan perdagangan AS-China terangkat setelah Trump mengatakan kepada wartawan di New York bahwa AS dan China tengah melakukan "pembicaraan yang baik" dan bahwa perjanjian antara kedua belah pihak dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan.

"Ini cukup untuk mengubah gelombang risiko," ujar Michael McCarthy, kepala strategi pasar di broker CMC Markets di Sydney mengenai komentar Trump.

Pada Rabu (25/9) pula, pasar perumahan AS menunjukkan tanda-tanda rebound, ketika data menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal naik lebih dari yang diperkirakan pada Agustus, sehingga menambah dorongan terhadap dolar AS.

Posisi indeks dolar AS
TanggalPosisi

26/9/2019

(Pk. 07.58 WIB)

98,964

(-0,07 persen)

25/9/2019

 

99,037

(+0,71 persen)

24/9/2019

 

98,337

(-0,27 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top