Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Itama Ranoraya Tetapkan Harga IPO Rp374 per Saham

PT Itama Ranoraya Tbk. merupakan perusahaan distribusi alat kesehatan dengan klien yang banyak berasal dari swasta.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 September 2019  |  15:41 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA --  PT Itama Ranoraya Tbk. telah menetapkan harga pelaksanaan Initial Public Offering (IPO), yang besarannya mendekati batas atas rentang harga penawaran awal saham. 
 
"Harga saham perdana Itama Ranoraya ditetapkan sebesar Rp374 per saham," terang Director Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi, Rabu (25/9/2019). 
 
Dalam rencana aksi korporasi tersebut, distributor alat kesehatan ini akan melepas sebanyak-banyaknya 400 juta saham yang merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham yang dilepas setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum. 
 
Dengan demikian, perseroan bakal memperoleh dana segar sebesar Rp149,6 miliar dari hasil IPO. Sekitar 60 persen dari dana yang diperolah akan digunakan untuk mengembangkan pusat dan jaringan pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia selama 2019-2020.

Sementara itu, 40 persen lainnya digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan. 
 
Sebagai informasi, periode bookbuilding telah berlangsung pada 11-18 September 2019. Harga penawaran awal berada di rentang Rp315-Rp375 per saham. 
 
Adapun periode penawaran umum akan dilakukan pada 1-4 Oktober 2019. Perseroan berharap dapat listing pada 10 Oktober 2019. 
 
Itama Ranoraya mendistribusikan beberapa perangkat medis seperti Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbot Diagnostik, TerumoBCT, dan Ortho Clinical Diagnostic. Pangsa pasar perseroan banyak berasal dari institusi kesehatan swasta dan produknya telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo emiten baru
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top