Investor Tunggu Kejelasan Perundingan Perdagangan, Bursa Asia Melemah

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,2 persen ke level 510,04. Sepanjang bulan ini, indeks masih mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 3 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:30 WIB
Investor Tunggu Kejelasan Perundingan Perdagangan, Bursa Asia Melemah
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagian besar pasar saham Asia tergelincir pada perdagangan Senin (23/9/2019) karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai pembicaraan perdagangan AS-China.

Sentimen pasar masih redup di tengah ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan AS-China dapat memakan waktu lama sebelum terwujud. Volume perdagangan saham masih lesu karena pasar saham Jepang tutup untuk libur nasional.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,2 persen ke level 510,04. Sepanjang bulan ini, indeks masih mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 3 persen.

Sementara itu, bursa China berada di zona merah, dengan indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1 persen, sedangkan indeks CSI 300 ditutup turun 1,1 persen.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,78 persen setelah aksi demonstrasi pada akhir pekan kembali berujung pada kekerasanm, dengan aktivis pro-demokrasi merusak stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat hanya 0,01 persen setelah menghabiskan sebagian besar sesi perdagangan di wilayah negatif menyusul data perdagangan yang mengecewakan, sementara saham Australia dan Selandia Baru melawan tren dengan menguat masing-masing 0,3 persen dan 0,4 persen.

"Ada kekhawatiran yang nyata tentang dampak pada ekonomi dari sengketa perdagangan," kata Michael McCarthy, analis CMC Markets, Senin (23/9/2019).

"Orang-orang mungkin memiliki gagasan bahwa ini akan menjadi negosiasi yang panjang. Dan semakin lama semakin lama semakin berdampak terhadap ekonomi," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Selama akhir pekan, kantor Perwakilan Dagang AS mengeluarkan pernyataan singkat yang menyatakan perundingan dua hari dengan China "produktif." Mereka menambahkan bahwa perundingan perdagangan tingkat utama di Washington akan berlangsung pada Oktober, seperti yang direncanakan sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan singkat, Kementerian Perdagangan China menggambarkan pembicaraan itu sebagai hal yang "konstruktif", dan mengatakan mereka juga telah melakukan diskusi yang baik untuk mempersiapkan pembicaraan tingkat tinggi pada Oktober.

Selain itu, AS menghapus tarif impor terhadap lebih dari 400 produk China sebagai tanggapan atas permintaan dari perusahaan AS.

Meskipun ada nada yang membaik, pasar masih tetap tidak yakin tentang kemungkinan kesepakatan yang akan terjadi.

Sebelumnya, investor terkejut oleh berita pada hari Jumat bahwa para pejabat China tiba-tiba membatalkan kunjungan ke lahan pertanian AS pekan ini setelah dua hari negosiasi mereka di Washington.

Seorang analis di Tebon Securities mengatakan pembatalan itu telah memukul sentimen investor dan bisa menjadi hambatan besar pada saham kelas A China dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top