UOB Kay Hian Sekuritas Fokus Garap Bisnis Underwriting

Tahun ini, perusahaan sekuritas ini masih akan mengantar tujuh calon emiten melantai di bursa saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 September 2019  |  15:10 WIB
UOB Kay Hian Sekuritas Fokus Garap Bisnis Underwriting
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT UOB Kay Hian Sekuritas mendorong pertumbuhan di bisnis penjaminan emisi efek (underwriting) pada tahun ini, seiring dengan melemahnya pendapatan dari sisi segmen perantara perdagangan efek (brokerage).
 
Head of Financial UOB Kay Hian Sekuritas Nefo Handojo menyampaikan pihaknya tengah menangkap peluang dari perusahaan-perusahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin menjadi perusahaan terbuka.
 
“Kami lihat juga peluang, kan sejak dua tahun terakhir ini banyak UMKM yang mau masuk bursa. Kami cukup fokus di situ,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/9/2019).
 
Dengan beberapa pengalaman yang dimiliki UOB Kay Hian Sekuritas, lanjut Nefo, makin banyak pula perusahaan UMKM yang datang dan menunjuk perseroan sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
 
Menjelang akhir tahun ini, perusahaan sekuritas asal Singapura itu masih akan mengantarkan tujuh perusahaan lagi yang akan mencatatkan saham lewat penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan nilai yang ditargetkan berkisar Rp200 miliar—Rp300 miliar.
 
“Ada beberapa [UMKM], artinya size kecil sekitar Rp50 miliar—Rp100 miliar. Rata-rata, menurut saya, yang mau IPO memang perusahaan keluarga yang mau kami bawa untuk lebih terbuka,” terangnya.
 
Dengan demikian, total nilai dana yang ingin dihimpun lewat pasar modal dari aksi IPO tersebut berkisar Rp700 miliar—Rp800 miliar.
 
Sejauh ini, UOB Kay Hian Sekuritas telah membawa sembilan perusahaan masuk ke bursa yaitu PT Armada Berjaya Trans Tbk, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk., PT Communication Cable System Indonesia Tbk., PT Eastparc Hotel Tbk., PT Capri Nusa Satu Properti Tbk., PT Jasnita Telekomindo Tbk., PT Golden Flower Tbk., PT Arkha Jayanti Persada, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk.
 
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, UOB Kay Hian Sekuritas mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 12,8 persen menjadi Rp47 miliar dari posisi Rp53,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh penurunan pendapatan dari kegiatan brokerage sebesar 31,39 persen menjadi Rp25,5 miliar dari sebelumnya Rp37,17 miliar.
 
Di sisi lain, pendapatan kegiatan underwriting justru melonjak lebih dari 100 persen menjadi Rp15,12 miliar dari sebelumnya Rp6,64 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uob kay hian

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top