Analis Sebut Sekarang Momentum yang Tepat bagi Startup Masuk Bursa

Perusahaan rintisan disebut memiliki kinerja historis yang baik dan bakal dapat membentuk segmen investornya sendiri.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 18 September 2019  |  16:15 WIB
Analis Sebut Sekarang Momentum yang Tepat bagi Startup Masuk Bursa
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Analis memperkirakan saat ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan rintisan (startup) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menyampaikan saat ini, adalah momentum yang baik untuk pencatatan saham dari perusahaan rintisan, baik dari sisi penawaran maupun penyerapan.
 
Perusahaan rintisan disebut memiliki kinerja historis yang baik dan bakal dapat membentuk segmen investornya sendiri. Dalam arti, akan ada investor yang mengharapkan kejutan dari emiten-emiten startup tersebut.
 
“Jadi, itu yang membuat momentumnya. Bahwa timing di pasarnya bagus, investornya bagus, ini momentum bagi startup. Ukurannya juga kecil-kecil dan membuat investornya segmented,” ujarnya.
 
Dirinya membandingkan sektor startup dengan properti. Beberapa harga saham perusahaan startup langsung melejit ketika melakukan Initial Public Offering (IPO), sedangkan emiten properti baru seperti PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI)  tak sanggup ditutup di zona hijau ketika diperdagangkan untuk pertama kalinya pada Senin (16/9).

Saham BAPI ditutup di level Rp130 pada Selasa (17/9), tak berubah dari posisi pada hari sebelumnya. Adapun PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) ditutup menguat 54,44 persen ke level Rp278 pada akhir perdagangan kemarin, atau hari pertamanya diperdagangkan.
 
Hal itu, lanjut Alfred, lebih disebabkan oleh masih tertekannya sektor properti dan minat investor tak cukup besar.
 
Investor pun diperkirakan bakal ramai mengoleksi saham emiten startup, dengan tetap mencermati faktor fundamental, di tengah-tengah pertumbuhan emiten eksisting lainnya yang diperkirakan tak akan naik signifikan. 
 
Namun, dia mengingatkan saham-saham emiten startup tetap memiliki risiko kendati dari sisi valuasi memiliki harga yang tinggi.
 
Di sisi lain, Alfred menilai startup yang sudah cukup besar bakal sulit diajak melantai di bursa. Pasalnya, valuasi perusahaan akan meningkat signifikan sebelum masuk ke bursa dan dengan kondisi makro sekarang ini dinilai belum menguntungkan.
 
Bagi emiten startup, masuk ke pasar modal akan memberikan keuntungan berupa kemudahan akses mendapatkan pendanaan. Perusahaan bakal lebih dipercaya untuk mendapatkan pendanaan lewat pasar modal maupun perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, emiten

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top