Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 13 September 2019

Pergerakan rupiah di akhir pekan ini diprediksi menguat namun terbatasm
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani | 13 September 2019 16:04 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 13 September 2019
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Jumat (13/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka menguat 64 poin atau 0,46 persen di level Rp13.930 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (12/9/2019), nilai tukar rupiah berhasil rebound dan berakhir terapresiasi 66 poin atau 0,47 persen di level Rp13.994 per dolar AS seiring dengan melemahnya indeks dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup melemah 0,34 persen atau 0,336 poin di level 98,309 pada perdagangan Kamis (12/9).

Pergerakan indeks dolar kemudian terpantau berbalik ke zona hijau dan naik tipis 0,07 persen atau 0,072 poin ke level 98,381 pagi ini, Jumat (13/9), pada pukul 07.53 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,1 persen di posisi 98,412.

Mampukah rupiah mempertahankan penguatannya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

16:07 WIB

Pukul 15.57 WIB: Rupiah Ditutup Menguat 27 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 27 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.967 per dolar AS pada akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,221 poin atau 0,22 persen ke level 98,088 pada pukul 15.53 WIB.

15:41 WIB

Pukul 15.31 WIB: Rupiah Menguat 25 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp13.969 per dolar AS menjelang akhir perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,135 poin atau 0,14 persen ke level 98,174 pada pukul 15.25 WIB.

14:09 WIB

Pukul 14.04 WIB: Kurs Rupiah Menguat 46 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 46 poin atau 0,33 persen ke level Rp13.948 per dolar AS, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,161 poin atau 0,16 persen ke posisi 98,148.

11:38 WIB

Pukul 11.25 WIB: Kurs Rupiah Menguat 46 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 46 poin atau 0,33 persen ke level Rp13.948 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,025 poin atau 0,03 persen ke posisi 98,334.

11:09 WIB

Pukul 11.02 WIB: Kurs Rupiah Menguat 46 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 46 poin atau 0,33 persen ke level Rp13.948 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,051 poin atau 0,05 persen ke posisi 98,360.

10:08 WIB

Pukul 10.00 WIB: Kurs Rupiah Menguat 39 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 39 poin atau 0,28 persen ke level Rp13.955 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,055 poin atau 0,06 persen ke posisi 98,364.

09:00 WIB

Pukul 08.51 WIB: Kurs Rupiah Menguat 44 Poin

Nilai tukar rupiah menguat 44 poin atau 0,31 persen ke level Rp13.950 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,070 poin atau 0,07 persen ke posisi 98,379.

08:11 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Menguat 64 Poin

Pergerakan rupiah di akhir pekan ini diprediksi menguat namun terbatasm

Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa berbalik menguatnya rupiah dibantu oleh meredanya ketegangan dagang AS dan China seiring dengan kedua negara melonggarkan masing-masing kebijakan tarif impornya untuk menjamin terjadinya negosiasi dagang yang akan berlangsung pada awal Oktober.

Seperti yang diketahui, Pemerintah AS sepakat untuk menunda pengenaan tarif sebesar 5% pada impor China selama dua minggu, sedangkan China mengizinkan perusahaannya untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS.

“Langkah dari kedua tersebut berhasil membuat rupiah untuk bergerak menguat melawan dolar AS,” ujar Faisyal kepada Bisnis, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, terkoreksinya harga minyak dunia akibat proyeksi OPEC bahwa permintaan minyak dunia akan kembali tertekan menjadi berkah bagi rupiah karena dapat mengurangi beban impor minyak Indonesia sehingga berpotensi untuk membantu menekan defisit neraca perdagangan.

Kendati demikian, penguatan tersebut dinilai masih cenderung terbatas seiring dengan pasar masih menanti hasil pertemuan kebijakan European Central Bank yang diprediksi memangkas suku bunga.

Faisyal memproyeksi pada perdagangan Jumat (13/9/2019), rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.950 per dolar AS hingga Rp14.025 per dolar AS.

Dia mengatakan, rupiah berpotensi kembali bergerak melemah jika hasil pertemuan ECB akan dovish dan rendahnya rupiah dalam beberapa perdagangan terakhir memicu pembelian rupiah oleh investor ketika harga tengah rendah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pada perdagangan kali ini rupiah dikelilingi sentimen positif yang membantu mata uang Garuda tersebut menguat.

Salah satunya, pasar menyambut langkah parlemen Inggris untuk memblokir Brexit yang tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. Parlemen bersama PM Inggris Boris Jhonson akan kembali bernegosiasi dengan Uni Eropa untuk menentukan kepastian Inggris akan kembali bergabung dengan Benua Biru atau keluar dengan persyaratan.

“Oleh karena itu, dalam transaksi perdagangan Jumat (13/9), rupiah kemungkinan masih menguat terbatas di range Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.060 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top