Ringkasan Perdagangan 26 Agustus: IHSG dan Rupiah Terseret ke Zona Merah, Bursa Asia Tertekan Perang Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan ini di zona merah, sejalan dengan pelemahan rupiah dan bursa saham Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  19:37 WIB
Ringkasan Perdagangan 26 Agustus: IHSG dan Rupiah Terseret ke Zona Merah, Bursa Asia Tertekan Perang Dagang
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan ini di zona merah, sejalan dengan pelemahan rupiah dan bursa saham Asia.

Pelemahan sejumlah bursa tersebut dipicu oleh meningkatnya tensi perang dagang yang mengguncang kepercayaan terhadap ekonomi dunia.

Dalam sebuah pengumuman pekan lalu, Trump mengatakan tarif 25 persen eksisting terhadap impor China senilai US$250 miliar akan naik menjadi 30 persen pada 1 Oktober, bersamaan dengan peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat China.

Di sisi lain, rencana penerapan tarif 10 persen untuk produk impor China lainnya senilai US$300 miliar akan mengalami kenaikan menjadi 15 persen dan dimulai dengan tahap pertama pada 1 September dan dilanjutkan pada 15 Desember.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (26/8/2019):

IHSG dan Rupiah Berakhir Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,66 persen atau 41,09 poin ke level 6.214,51 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.149,02 – 6.230,31.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin sektor industri dasar yang melemah 1,04 persen, disusul sektor finansial yang turun 0,97 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian dan perdagangan menguat masing-masing 0,99 persen dan 0,19 persen dan menjadi penahan pelemahan IHSG lebih lanjut pada perdagangan hari ini.

Dari 650 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 151 saham menguat, 252 saham melemah, dan 247 saham stagnan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah lanjut ditutup melemah 28 poin atau 0,2 persen ke level Rp14.243 per dolar AS, setelah dibuka terdepresiasi 30 poin atau 0,21 persen di posisi 14.245.

 

Tensi Perang Dagang Kembali Meningkat, Bursa Asia Terperosok

Bursa saham Asia merosot pada perdagangan Senin (26/8/2019) karena kembali meningkatnya tensi perang dagang AS-China yang mengguncang kepercayaan terhadap ekonomi dunia.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 1,9 persen, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,27 persen. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 1,61 persen dan 2,17 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 1,17 persen dan 1,44 persen, sementara indeks Hang Seng merosot 1,94 persen.

 

Bursa Eropa Tergelincir di Awal Perdagangan

Bursa saham Eropa melemah ke level terendah dalam satu pekan terakhir pada awal perdagangan Senin (26/8/2019) karena investor melepas kepemilikan saham setelah meningkatnya tensi perang dagang AS-China.

Pelemahan di bursa Eropa tidak sebesar bursa saham Asia, setelah Trump pada hari Senin mengatakan Cina telah menghubungi pejabat perdagangan AS untuk mengatakan mereka ingin kembali melakukan perundingan.

Indeks Stoxx Europe 600 terpantau melemah 0,34 persen atau 1,26 poin ke level 370,10 pada pukul 15.04 WIB, setelah dibuka turun0,21 persen ke level 370,57 dan sempat merosot hingga 0,61 persen ke level terendah sejak 16 Agustus.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Momentum penguatan harga emas Comex terus berlanjut pada perdagangan pagi ini, Senin (26/8/2019), seiring dengan menanjaknya daya tarik aset-aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember 2019 dibuka dengan kenaikan 7,80 poin atau 0,51 persen di level US$1.545,40 per troy ounce.

Pergerakannya kemudian berbalik melemah 1,4 poin atau 0,09 persen ke level US$1.536,20 per troy ounce pada pukul 15.53 WIB.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini menyentuh rekor terbarunya.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini berada pada level Rp774.000 per gram. Harga yang berlaku tersebut menguat Rp9.000 per gram dibandingkan posisi pada perdagangan Sabtu (24/8).

Perang Dagang Kembali Memanas, Harga Minyak Amblas

Harga minyak turun untuk hari keempat, penurunan terpanjang dalam lebih dari 5 pekan terakhir, usai eskalasi terbaru dalam perang perdagangan mengejutkan investor dan memperburuk prospek permintaan global minyak.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 13:48 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 1,16% atau 0,63 poin ke posisi US$53,54 per barel. Harga minyak mentah Brent turun 0,91% atau 0,54 poin ke posisi US$58,80 per barel.

Harga minyak anjlok selepas Pemerintah China memberlakukan tarif pembalasan pada barang-barang AS senilai US$75 miliar, termasuk minyak mentah untuk pertama kalinya. Tak tinggal diam, Presiden AS Donald Trump membalasnya dengan menaikkan tarif tambahan untuk barang-barang China, dan juga menyerukan perusahaan-perusahaan Amerika untuk menarik diri dari Negeri Panda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top