Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kerek Harga Bir, Delta Djakarta (DLTA) Jaga Margin Laba

Meski penjualan dan laba bersihnya turun tipis, PT Delta Djakarta Tbk. menjaga margin laba bersih di level 36%.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  11:08 WIB
 Produk PT Delta Djakarta Tbk - bisnis.com
Produk PT Delta Djakarta Tbk - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Delta Djakarta Tbk. melakukan penyesuaian harga jual produk minuman beralkohol untuk menjaga raihan margin laba pada semester I/2019.

Direktur Independen Delta Djakarta Ronny Titiheruw mengatakan, kinerja yang tertekan sepanjang semester I/2019 sejalan dengan banyaknya regulasi yang mempersempit ruang gerak perseroan. Yang terbaru, perusahaan minuman beralkohol ini terbebani kenaikan cukai untuk produk minuman beralkohol yang efektif per 1 Januari 2019.

Produsen Anker Bir ini membukukan penjualan bersih senilai Rp388,56 miliar atau turun 0,24% secara tahunan pada semester I/2019. Penjualan berasal dari pasar domestik yang turun 0,21% menjadi Rp437,94 miliar.

Begitu pula penjualan pasar ekspor turun 60,11% secara tahunan menjadi Rp733,41 juta pada periode tersebut. Emiten berkode saham DLTA ini menekan potongan penjualan sebesar 2,13% secara tahunan menjadi Rp50,12 miliar.

Dengan demikian, perseroan mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp141,55 miliar atau turun 0,77% secara tahunan pada semester I/2019. Meski penjualan dan laba bersihnya turun tipis, perseroan mampu menjaga margin laba bersih di level 36%.

Guna menjaga margin laba, emiten dengan kode saham DLTA ini melakukan penyesuaian harga jual di tingkat retail sekitar 7% sepanjang semester I/2019. Untuk semester II/2019, perseroan menyatakan belum melakukan penyesuaian harga jual.

Dia mengatakan, kenaikan cukai membuat harga produk semakin tinggi sehingga menekan daya beli konsumen. "Regulasi dan daya beli masih menjadi faktor utama tekanan di industri bir," katanya pada Kamis (15/8/2019).

Lebih lanjut, perseroan berharap dapat mengejar target pertumbuhan penjualan maupun laba bersih sekitar 7%-8% pada semester II/2019. Ronny memperkirakan, penjualan di semester II/2019 bakal lebih baik dibandingkan semester I/2019.

Optimisme ini seiring dengan penyelenggaran Pemilu yang telah selesai. Setelah wait and see pada semester I/2019, perusahaan mulai berinvestasi sehingga pasar lebih bergairah.

Di samping itu, permintaan akan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Guna mencapai kinerja yang bertumbuh, DLTA terus memperluas pasar dan fokus ke daerah wisata.

"Kami tetap optimis untuk push di [pertumbuhan ] 7%-8%," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten delta djakarta
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top