REKOMENDASI SAHAM: Pilah-Pilih Saham Emiten Logam yang Bakal Mengilap

Sampai dengan penutupan perdagangan Kamis (15/8/2019), sektor pertambangan logam menjadi penopang atau leaders untuk indeks Jakmine. Beberapa saham tambang logam yang menopang Jakmine, yakni ZINC, MDKA, ANTM, TINS, PSAB, dan INCO.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  18:50 WIB
REKOMENDASI SAHAM: Pilah-Pilih Saham Emiten Logam yang Bakal Mengilap
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten produsen logam menjadi penopang laju sekaligus pilihan utama di antara anggota indeks saham-saham pertambangan (Jakmine). Saham emiten logam mana yang layak dilirik?

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham sektor pertambangan mencetak return negatif 9,67% sepanjang tahun berjalan hingga penutupan perdagangan Kamis (15/8/2019).

Laju indeks Jakmine masih jauh tertinggal dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada akhir perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 9,74 poin atau 0,15% ke level 6.257,58. Return IHSG secara year-to-date sebesar 1,02%.

Kondisi pergerakan indeks Jakmine sepanjang tahun ini juga berbanding terbalik dari tahun lalu. Pasalnya, laju indeks yang beranggotakan emiten-emiten pertambangan itu menguat 24,65% pada periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan penutupan perdagangan Kamis (15/8/2019), sektor pertambangan logam menjadi penopang atau leaders untuk indeks Jakmine. Beberapa saham tambang logam yang menopang Jakmine, yakni ZINC, MDKA, ANTM, TINS, PSAB, dan INCO.

indeks sektor pertambangan

Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan menjelaskan bahwa laju indeks Jakmine ditopang oleh emiten tambang logam yang terkait dengan komoditas nikel dan emas.

Hal itu sejalan dengan harga nikel menguat ditopang oleh kekurangan pasokan atau inventory untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik.

Adapun, penguatan komoditas emas dinilai akibat posisi investor institusi yang cenderung risk off. Kondisi itu ditengah ketidakpastian perang dagang dan tren penurunan pertumbuhan global yang terjadi saat ini.

Sejalan dengan kondisi itu, dia menjadikan ANTM sebagai stock pick. Pasalnya, emiten pertambangan milik negara itu memproduksi nikel dan emas.

“Saat ini ANTM juga tengah mengalami tren peningkatan laba pada perusahaan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (14/8/2019).

Dia merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga di level Rp1.400.

Top Leaders Indeks Saham Sektor Pertambangan (Year-to-Date)
Kode SahamHarga Saham (Rp)Kinerja YTD
ZINC57078,27%
MDKA5.60060,0%
ANTM1.12048,8%
DSSA19.97547,96%
MYOH1.34542,84%
TINS1.04040,48%
PSAB28038,61%
MEDC78013,87%
ENRG5510,0%
INCO3.4405,52%

Sumber: Bloomberg, per 15 Agustus 2019.

Di sisi lain, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menjadikan saham INCO sebagai pilihan di antara emiten anggota indeks Jakmine.

Menurutnya, meski kinerja laporan keuangan semester I/2019 mengalami penurunan, kinerja ke depan masih prospektif.

“Harga nikel jauh lebih berprospek dibandingkan dengan batu bara dan timah. Rekomendasi buy on weakness INCO di level Rp3.100 dengan target harga Rp4.400,” paparnya.

Senada, Senior Manager Research Analyst Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy juga masih menjagokan saham ANTM dan INCO. Sentimen penopangnya berasal dari kenaikan harga emas dan nikel.

“ANTM beli dengan target harga Rp1.500 dan INCO beli dengan target harga Rp4.000,” jelasnya.

Selain dari harga nikel, saham INCO juga mendapatkan dorongan dari faktor eksternal lainnya yakni rencana pengembangan industri mobil listrik di dalam negeri serta kewajiban divestasi saham perseroan.

Top Laggards Indeks Saham Sektor Pertambangan (Year-to-Date)
Kode SahamHarga SahamKinerja YTD
SMRU55-91,54%
FIRE1.880-75,74%
BOSS850-64,58%
APEX615-63,39%
KKGI212-40,11%
PTBA2.380-39,20%
GTBO153-35,71%
BSSR1.510-33,80%
DOID376-28,38%
ITMG13.400-27,63%

Sumber: Bloomberg, per 15 Agustus 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, emiten tambang

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top