Jadi Top Leaders, Saham Duta Intidaya (DAYA) Naik 25 Persen

Berdasarkan data Bloomberg, saham DAYA melesat 25 persen atau 60 poin ke level Rp300 pada akhir perdagangan Rabu (14/8/2019). Sepanjang hari ini DAYA bergerak di kisaran Rp240-Rp300 per saham.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:11 WIB
Jadi Top Leaders, Saham Duta Intidaya (DAYA) Naik 25 Persen
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Saham PT Duta Intidaya Tbk. (DAYA) menjadi top gainers dalam perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, saham DAYA melesat 25 persen atau 60 poin ke level Rp300 pada akhir perdagangan Rabu (14/8/2019). Sepanjang hari ini DAYA bergerak di kisaran Rp240-Rp300 per saham.

Perubahan harga itu terjadi sejalan dengan 2 kali transaksi saham DAYA yang melibatkan 1.100 saham dengan nilai Rp270 juta.

Sepanjang tahun berjalan 2019, pemilik lisensi dan pengelola gerai waralaba perawatan tubuh dan kecantikan Watsons itu mencetak return 42,86%.

Lonjakan saham DAYA mulai terjadi pada perdagangan Selasa (6/8/2019). Saat itu, DAYA ditutup menguat 13,27% atau 26 poin menuju level Rp222.

Selanjutnya, pada Rabu (7/8/2019), saham DAYA melanjutkan relinya dengan ditutup menguat sebesar 11,71% atau 26 poin menuju level Rp248.

Namun setelah lonjakan itu, DAYA terjun bebas menyentuh level terendah sepanjang tahun berjalan 2019, di level Rp196 per saham.

Di sisi kinerja, DAYA mengantongi pendapatan bersih Rp485,34 miliar pada semester I/2019. Nilai itu naik 84,02% secara tahunan dari raihan Rp263,74 miliar.

Kendati demikian beban pokok pendapatan dan beban usaha Duta Intidaya juga meningkat signifikan. Beban pokoknya tercatat sebesar Rp320,79 miliar dan beban usaha Rp161,75 miliar.

Akibatnya, DAYA membukukan kenaikan rugi bersih periode berjalaln dari Rp424,43 juta pada semester I/2018, menjadi Rp2,82 miliar pada semester I/2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, saham

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top