SBSN RITEL : 5 Fintech Ikut Jualan ST005

Sebanyak lima perusahaan financial technology (fintech) terlibat sebagai mitra distribusi dalam penawaran Sukuk Tabungan seri ST005 yang masa penawarannya secara online resmi dibukan hari ini, Kamis (8/8/2019). 
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  11:20 WIB
SBSN RITEL : 5 Fintech Ikut Jualan ST005
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak lima perusahaan financial technology (fintech) terlibat sebagai mitra distribusi dalam penawaran Sukuk Tabungan seri ST005 yang masa penawarannya secara online resmi dibukan hari ini, Kamis (8/8/2019). 

Kelima fintech tersebut adalah PT Bareksa Portal lnvestasi (Bareksa.com), PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT lnvestree Radhika Jaya, dan PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku).

Selain lima fintech tersebut, terdapat 17 mitra distribusi lainnya yakni : 
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Permata Tbk.
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
PT Bank CIMB Niaga Tbk.
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk.
PT Bank Panin Tbk.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank BRISyariah Tbk.
PT Trimegah Sekuritas lndonesia Tbk.
PT Danareksa Sekuritas
PT Bank Mandiri Sekuritas
PT Bareksa Portal lnvestasi
PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)
PT lnvestree Radhika Jaya
PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku)

Melalui keterangan resmi Kementerian Keuangan, Kamis (8/8/2109), masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ST005 dapat mengakses web Sukuk Tabungan di: www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 22 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

Surat utang negara yang jatuh tempo hingga 10 Agustus 2021 ini memiliki nilai nominal Rp1 juta per unit. Adapun minimum pemesanan dipatok Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.

Surat ini memiliki underlying asset berupa BMN dan proyek APBN 2019 dengan akad wakalah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukuk tabungan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top