Rights Issue, Lippo Karawaci (LPKR) Galang Dana US$787 Juta

PT Lippo Karawaci Tbk. menggalang dana US$787 juta dari pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  09:02 WIB
Rights Issue, Lippo Karawaci (LPKR) Galang Dana US$787 Juta
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk. menggalang dana US$787 juta dari pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Nilai tersebut setara dengan Rp11,12 triliun dengan asumsi kurs Rp14.130 per dolar AS.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan minat investor sangat positif atas aksi right issue LPKR.

“Hari ini [Rabu (10 Juli 2019)] trading day terakhir. Syukur hasilnya baik dan minat investor sangat positif. Rights issue-nya oversubscribed dan LPKR berhasil manggalang dana sebesar US$787 juta,” katanya kepada Bisnis.com dalam pesan singkat, Rabu (10/7/2019).

Aksi korporasi itu merupakan bagian dari rencana penggalangan dana jumbo senilai US$1,01 miliar yang diungkap emiten berkode saham LPKR itu pada 12 Maret 2019. Dana jumbo itu akan digalang lewat dua aksi korporasi. Pertama, penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai US$730 juta.

Rights issue itu dieksekusi dengan harga pelaksanaan Rp235 per saham. Emisi saham baru LPKR akan diserap oleh keluarga Riady sebagai pembeli siaga.

Selain itu, ada dua pihak lain yang juga berkomitmen menyerap saham baru LPKR, yakni George Raymond Zage III dan Chow Tai Fook Nominee Limited dengan komitmen senilai US$70 juta.

Kedua, LPKR menyelesaikan rencana divestasi aset senilai US$280 juta. Dua aset yang akan dilepas, yakni aset rumah sakit di Myanmar kepada OUE Lippo Healthcare dan retail components Lippo Mall Puri kepada Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT).

PENGGUNAAN DANA

Dari dana senilai total US$1,01 miliar, perseroan Grup Lippo itu berencana menggunakan dana sebesar US$275 juta untuk pelunasan sebagian kewajiban utang. Selain itu, LPKR mengalokasikan US$290 juta untuk buffer likuiditas guna mendanai kewajiban bunga utang dan sewa REITs hingga akhir 2020 dan US$25 juta untuk modal kerja dan keperluan umum.

Selebihnya untuk pengembangan proyek Meikarta US$200 juta, penyelesaikan proyek-proyek utama US$100 juta. Sejumlah proyek yang sedang dalam proses konstruksi, antara lain Holland Village, Millenium Village, Monaco Bay Residences, St. Moritz Makassar, Kemang Office, dan Embarcadero.

LPKR juga berencana menggunakan dana tersebut untuk mempertahankan 30,7% saham di LMIRT US$60 juta, serta pembayaran biaya dan pajak transaksi penjualan aset Puri Mall.

Seperti diberitakan Bisnis.com sebelumnya, LPKR berencana dengan kucuran dana segar hasil penggalangan dana akan dipakai sekitar Rp5 triliun untuk mengejar pembangunan proyek properti, termasuk di dalamnya Meikarta. Selain itu Rp3 triliun diantaranya untuk meningkatkan likuiditas dengan membayar utang.

Selain itu, salah satu anak usaha Lippo Grup itu pun menargetkan dapat menyelesaikan 8 proyek yang telah dimulai termasuk Meikarta. Sementara target jangka menegah LPKR dalam 5—10 tahun ke depan adalah membangun 100.000 unit hunian.

LPKR saat ini fokus membangunan dan menyelesaiakan Meikarta fase 1A sebanyak 56 tower dengan total 22.500 unit. Penjualannya telah mencapai 65%. Sisanya, kata John, akan terjual selama 18-24 bulan ke depan. Mulai Agustus nanti, 4 tower mulai tutup atap dan selanjutnya proyek terus bergulir hingga rampung pada kuartal akhir 2020 atau awal kuartal 2021.

Hingga akhir perdagangan Rabu (10/7/2019), saham LPKR ditutup di level harga Rp278 per saham. Harga itu mencerminkan tingkat price to earnings ratio (PER) 92,67 kali.

Sepanjang tahun berjalan 2019, LPKR menguat 15,29%. Namun dalam 3 tahun, saham perusahaan milik taipan Mochtar Riady itu terkoreksi 43,25%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, lippo karawaci

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top