Ringkasan Perdagangan 26 Juni: IHSG & Rupiah Selip, Harga Emas Meredup

Pelemahan sektor pertanian menambah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar saham global melemah akibat menyurutnya prospek pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  18:44 WIB
Ringkasan Perdagangan 26 Juni: IHSG & Rupiah Selip, Harga Emas Meredup
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan sektor pertanian menambah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar saham global melemah akibat menyurutnya prospek pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS terkait hal itu mendorong penguatan dolar AS sekaligus membebani harga emas. Rupiah pun gagal memperpanjang penguatannya terhadap dolar AS.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Rabu (26/6/2019):

Harga CPO Anjlok, IHSG Terdepresiasi 0,16 Persen

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini. Tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin pertanian (-1,24 persen) dan aneka industri (-1,05 persen).

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan, pelemahan IHSG tertekan akibat penurunan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebesar 1,11% ke level terendahnya 1.959 ringgit per ton.

Secara global, lanjut Lanjar, investor cenderung berhati-hati pada perdagangan hari ini menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Prospek Pelonggaran Kebijakan The Fed Surut, Pasar Saham Global Lesu

Bursa saham di Eropa melemah bersama sebagian besar indeks saham di Asia pada perdagangan hari ini, seiring dengan menyusutnya prospek pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS.

Dalam pidatonya pada Selasa (25/6/2019), Gubernur Federal Reserve Jerome Powell membela independensi bank sentral AS dari tekanan Presiden Trump dan pasar keuangan yang menginginkan penurunan suku bunga secara agresif.

Menyusul pernyataannya itu, bursa Wall Street AS berakhir melemah pada Selasa, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik di atas 2 persen, dolar AS menguat, sedangkan harga emas berbalik turun.

Gagal Lanjutkan Reli, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah gagal melanjutkan reli penguatannya yang terjadi selama beberapa hari perdagangan terakhir dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh penguatan dolar AS akibat pernyataan pejabat Bank Sentral AS yang telah memupuskan harapan pemangkasan suku bunga acuan secara agresif pada Juli.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau melorot 11,30 poin atau 0,80 persen ke level US$1.407,40 per troy ounce pukul 18.19 WIB.

Harga emas turun akibat tertekan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,1 persen ke posisi 96,234.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta pun turun Rp4.000 menjadi Rp709.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp4.000 menjadi Rp638.000 per gram.

Harga Karet Didongkrak Optimisme Perdagangan AS-China

Harga karet di bursa berjangka Shanghai dan Tokyo kompak rebound ke zona hijau dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, didorong tanda-tanda progres hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dilansir dari Bloomberg, pemerintah AS terindikasi siap untuk menangguhkan pengenaan tarif lebih lanjut untuk barang-barang China. Ini menjadi tanda kemungkinan progres tercapainya resolusi konflik perdagangan dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top