Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Karet Didongkrak Optimisme Perdagangan AS-China

Harga karet di bursa berjangka Shanghai dan Tokyo kompak rebound ke zona hijau dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (26/6/2019), didorong tanda-tanda progres hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  15:36 WIB
Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Warga menyadap getah karet di Desa Balai Rajo, VII Koto Ilir, Tebo, Jambi, Selasa (23/4/2019). Harga jual getah di pasar lelang karet desa setempat naik dari Rp.8.500 per kilogram pada bulan lalu menjadi Rp.9.600 dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa berjangka Shanghai dan Tokyo kompak rebound ke zona hijau dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (26/6/2019), didorong tanda-tanda progres hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange ditutup naik 30 poin atau 0,26 persen di level 11.645 yuan per ton, setelah tertekan dua hari berturut-turut sebelumnya.

Adapun harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) berakhir menguat 0,25 persen atau 0,50 poin di level 197,30 yen per kg, mematahkan rentetan koreksi yang dialami empat hari beruntun sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg, pemerintah AS terindikasi siap untuk menangguhkan pengenaan tarif lebih lanjut untuk barang-barang China. Ini menjadi tanda kemungkinan progres tercapainya resolusi konflik perdagangan dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pemerintah AS dikabarkan bersedia untuk menangguhkan pengenaan tarif lebih lanjut terhadap impor tambahan China senilai US$300 miliar.

Menurut sumber terkait, keputusan yang masih dipertimbangkan ini dapat diumumkan setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping ditetapkan pada Sabtu (29/6/2019) di sela-sela perhelatan KTT G20.

“Kedua belah pihak tampaknya telah membahas bagaimana mereka setidaknya dapat muncul sebagai pemenang dari kesepakatan apa pun yang timbul,” ujar pakar strategi Commonwealth Bank of Australia Ltd. Tobin Gorey.

“Menurut kami itu menjadi tanda yang sangat bagus,” tambahnya.

Turut mengangkat sentimen bagi karet, harga minyak mentah di AS berhasil bangkit dari pelemahan yang dialami pada perdagangan Selasa (25/6/2019), menyusul laporan industri yang menunjukkan berlanjutnya penurunan cadangan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 naik tajam 1,87 persen atau 1,08 poin ke level US$58,91 per barel pada pukul 14.43 WIB, setelah berakhir di zona merah pada Selasa.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2019 di Shanghai

Tanggal                              Harga (Yuan/ton)            Perubahan (persen)
26/6/201911.645+0,26
25/6/201911.615-0,09
24/6/201911.625-1,11

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top