Merdeka Copper Gold (MDKA) Anggarkan Belanja Modal US$160 Juta

PT Merdeka Copper Gold Tbk. menganggarkan belanja modal atau capital expenditure US$160 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk mengoptimalkan operasional dan eksplorasi di tiga lokasi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  06:13 WIB
Merdeka Copper Gold (MDKA) Anggarkan Belanja Modal US$160 Juta
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tri Boewono (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Direktur Richard Bruce Ness (kiri), Direktur Independen Chrisanthus Supriyo (kedua kiri), Direktur Michael W.P. Soeryadjaya (kedua kanan) dan Direktur David Thomas Fowler (kanan), usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, Selasa(18/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA—PT Merdeka Copper Gold Tbk. menganggarkan belanja modal atau capital expenditure US$160 juta pada 2019 yang sebagian besar digunakan untuk mengoptimalkan operasional dan eksplorasi di tiga lokasi.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan alokasi capital expenditure (capex) tahun ini senilai US$160 juta.

Perseroan menurutnya akan menggunakan sebagian besar dana itu untuk mengoptimalkan operasional dan eksplorasi di proyek tambang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, proyek tambang tembaga di Pulau Wetar, Maluku Barat, dan proyek tambang emas di Pani, Gorontalo.

Adi menjelaskan bahwa emiten berkode saham MDKA itu berencana meningkatkan produksi pada lapisan oksida di proyek tambang Tujuh Bukit dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih yang diremukkan, ditumpuk, dan ditempatkan untuk irigasi.

Untuk mendukung rencana itu, anak usaha yang mengoperasikan tambang Tujuh Bukit, PT Bumi Suksesindo (BSI), akan memperluas tapak pelindian dari kapasitas 36 juta ton menjadi 56 juta ton. Rencana ekspansi itu ditargetkan rampung pada 2019.

Di sisi lain, untuk proyek tembaga Wetar, perseroan sedang mengembangkan Pit Lerokis, salah satu prospek yang berjarak 14 kilometer dari tempat pelindian. Lerokis akan menjadi tambang terbuka kedua di proyek tembaga Wetar dan dijadwalkan memulai produksi komersial tahun ini.

Pada akhir 2018, lanjut dia, MDKA melakukan akuisisi pembelian saham di proyek tambang emas Pani. Pihaknya mengklaim operasional tambang Pani turut memberikan dampak positif dari keberlangsungan operasional serta meningkatkan produktivitas.

“Pada 2019, kami fokus bisnis pertambangan dan penjualan emas serta tembaga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari masing-masing anak usaha. Kami yakin seluruh kegiatan ekspansi itu akan selesai pada 2019,” jelasnya di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Sampai kuartal I/2019, BSI memproduksi emas 46.515 ounces (oz) dan 63.977 oz perak. Sementara itu, entitas anak PT Batutua Tembaga Raya (BTR) memproduksi 4.616 ton tembaga.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Tri Boewono mengungkapkan perseroan mencapai target produksi dari tambang Tujuh Bukit pada 2018. Produksi yang dihasilkan sebanyak 167.506 oz emas dan 140.738 oz perak.

Pada kuartal I/2019, MDKA meraih pendapatan senilai US$91,70 juta. Pencapaian itu naik 27,57% dari US$71,88 juta per akhir Maret 2017.

Dari situ, laba bersih yang dibukukan senilai US$20,30 juta pada kuartal I/2019. Posisi itu turun 19,05% dari US$25,08 juta periode yang sama tahun lalu.

Adapun, MDKA mengincar produksi tahun ini dapat berkisar 180.000 oz hingga 200.000 oz emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, merdeka copper

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup