IPO, Communication Cable Systems Oversubscribed 2 Kali

Calon emiten produsen fiber optik, PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) mencatatkan kelebihan permintaan hingga 2 kali pada masa penawaran.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  06:01 WIB
IPO, Communication Cable Systems Oversubscribed 2 Kali
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA--Calon emiten produsen fiber optik, PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) mencatatkan kelebihan permintaan hingga 2 kali pada masa penawaran.

Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas John Octavianus menuturkan, Communication Cable Systems Indonesia menawarkan sebanyaknya 200 juta lembar saham atau 20% dari modal disetor dan ditempatkan.

Kisaran harga saham calon emiten kabel ini mencapai Rp246-Rp350 per saham. Akan tetapi harga penawaran berada pada level Rp250 per saham.

"Target dana Rp50 miliar. Pada saat bookbuilding permintaan oversubcribed 2 kali. Bookbuilding sudah kami tutup," ungkap John kepada Bisnis.com, Minggu (26/5/2019).

Belanja modal CCSI sebanyak 93% akan digunakan untuk belanja modal mengembangkan proyek fiber optic submarine cable (proyek FO submarine) dan sisanya untuk modal kerja dalam rangka pengoperasian proyek tersebut.

John menambahkan, calon emiten kabel ini berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Juni 2019. Adapun kebijakan dividen CCSI bakal dilaksanakan sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih tahun berjalan pada 2021.

CCSI telah beroperasi sejak 1996 dan memiliki kapasitas produksi kabel fiber hingga mencapai 1,6 juta kilometer per tahun. Calon emiten ini juga memproduksi kabel bawah laut di Indonesia.

Calon emiten ini juga memasok kabel laut serat optik darat dan pipa HDPE untuk proyek Palapa Ring. Kini pangsa pasar perseroan sekitar 15% untuk penjualan kabel.

Adapun pendapatan CCSI pada 2017 dan 2018 masing-masing senilai Rp256 miliar dan Rp445 miliar. Laba tahun berjalan perseroan pada 2017 dan 2018 masing-masing senilai Rp20 miliar dan Rp35 miliar.

Total aset yang dimiliki oleh perseroan pada 2018 senilai Rp347,46 miliar. Aset tersebut terdiri dari liablitas dan ekuitas masing-masing senilai Rp124,27 miliar dan Rp223,19 miliar.

Dalam riset UOB Kay Hian Sekuritas memproyeksikan, CCSI berpotensi memiliki laba per saham 35,5% CAGR selama 2019--2021.

Alasannya, pasar infrastruktur serat optik yang kurang ditembus, peningkatan teknologi ke 4G dan 5G, permintaan untuk kabel yang akan digunakan dalam menghubungkan rumah dan bisnis ke tulang punggung infrastruktur proyek Palapa Ring, dan pendapatan berulang dari bisnis penyewaan serat optik yang menawarkan marjin kotor lebih dari 85%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei, ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top