Bahana Sekuritas Kantongi 4 Mandat IPO, 6 Mandat Obligasi, dan 5 Mandat MTN

Bahana Sekuritas telah mengantongi sejumlah mandat penjamin emisi efek, baik bersifat ekuitas maupun utang yang akan dieksekusi pada kuartal II/2019 dan kuartal III/2019.
Bahana Sekuritas Kantongi 4 Mandat IPO, 6 Mandat Obligasi, dan 5 Mandat MTN Dwi Nicken Tari | 24 Mei 2019 14:45 WIB
Bahana Sekuritas Kantongi 4 Mandat IPO, 6 Mandat Obligasi, dan 5 Mandat MTN
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Bahana Sekuritas telah mengantongi sejumlah mandat penjamin emisi efek bersifat ekuitas maupun utang yang akan dieksekusi pada kuartal II/2019 dan kuartal III/2019.

Dari sisi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), Bahana Sekuritas memiliki 4 calon emiten dalam pipeline. Adapun 1 perusahaan bergerak di sektor perbankan, 2 perusahaan bergerak di sektor industrial, dan 1 perusahaan bergerak di sektor pelabuhan.

Selanjutnya, mandat penerbitan obligasi milik Bahana Sekuritas tercatat sebanyak 6 perusahaan dengan nilai total mencapai Rp20,25 triliun. Sementara mandat untuk penerbitan medium-term-notes (MTN), perseroan mengantongi sebanyak 5 perusahaan dengan nilai total hingga Rp 7,1 triliun.

Presiden Direktur Bahana Sekuritas Feb Sumandar menjelaskan, untuk transaksi di pasar modal pada semester pertama tahun ini tampak lebih sepi dibandingkan pada tahun lalu. Pasalnya, kebanyakan calon emiten memasang posisi wait and see menjelang Pemilu.

“Kebanyakan wait and see, walaupun dilihat tahun-tahun Pemilu sebelum ini sebenarnya tidak ada pengaruh ke animo investor. Cuma, ada semacam [dampak] psikologis dari emiten sendiri untuk menunda,” kata Feb di Jakarta, Kamis (23/5/2019) malam.

Feb mengungkapkan, sejauh ini terdapat 2 rencana IPO untuk anak usaha BUMN yang telah ditunda. DIharapkan, kedua perusahaan tersebut bisa mendaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II/2019.

Adapun Feb optimistis, pada paruh kedua tahun ini transaksi di pasar modal akan lebih bergairah. Pasalnya, kepastian politik dari sisi Pemilu sudah didapatkan, walaupun masih ada demo diharapkan jalannya tetap kondusif.

Selain menjadi penjamin emisi, Feb menambahkan, Bahana Sekuritas pada tahun ini juga memiliki banyak potensi kesepakatan (potential deals) dari segmen penasihat bisnis khususnya aksi merger dan akuisisi (M&A).

“Kami terlibat dalam transaksi Phapros yang diakuisisi Kimia Farma [pada kuartal I/2019] senilai Rp1,36 triliun. Itu kami terlibat sebagai financial advisor dari sisi seller mewakili RNI di mana buyer adalah Kimia Farma,” tutur Feb.

Lebih lanjut, Bahana Sekuritas mengungkapkan, kesepakatan potensial dari aksi merger dan akuisisi (M&A) nilainya bisa melebihi Rp5 triliun pada tahun ini.

Sementara itu, untuk akuisisi aset nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun, restrukturisasi utang senilai Rp500 miliar, optimisasi aset senilai Rp52 triliun, dan fund raising hingga Rp12 triliun. “Sampai Mei ini yang sudah mandat, jadi berpotensi lebih dari angka yang sudah ada untuk ke depannya,” imbuh Feb.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pasar modal, ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top