Dirut KSEI: Apresiasi dari Nasdaq Jadi Sweet Closing

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi merasa terharu mendapat apresiasi dari Nasdaq.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  21:27 WIB
Dirut KSEI: Apresiasi dari Nasdaq Jadi Sweet Closing
Wajah Dirut KSEI Friderica Widyasari Dewi menghiasi layar Nasdaq. - Bisnis/dok.Nasdaq

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi merasa terharu mendapat apresiasi dari Nasdaq, bursa terbesar kedua di dunia asal Amerika Serikat.

Kiprah perempuan yang akrab disapa Kiki, sebagai direktur sejumlah SRO (self regulatory organization) dan sepak terjangnya di pasar modal, mendapat perhatian dari media bursa Nasdaq (business.nasdaq.com).

"Jadi sweet closing saya di KSEI. Terharu. Diapresiasi sampai begitu. Sampai ditampilkan di Times Square," kata Kiki kepada Bisnis pada Minggu (26/5/2019) malam.

Dilansir dari laman resmi Nasdaq, pekan lalu Kiki yang telah mendapat gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada ini berbagi pengalaman mengenai kariernya di pasar modal, keuangan, dan teknologi.

Dalam wawancara dengan Nasdaq, Kiki menyampaikan bahwa dirinya yang lulus sarjana ekonomi dari UGM dan meraih gelar MBA di California State University mulai memasuki dunia pasar modal lewat Bursa Efek Indonesia. Dia bangga dapat berkontribusi dalam mengembangkan pasar modal Indonesia.

"Saya melihat pasar modal Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh, secara ukuran, jumlah investor, perusahaan tercatat, pengembangan produk, dan lainnya. Hal ini membuat pekerjaan di SRO menjadi menarik dan menantang," kata Kiki.

Bukan kebetulan Kiki berkecimpung di dunia keuangan dalam karier profesionalnya, mengingat latar belakang pendidikan dari bidang ekonomi. Dia juga menyadari bahwa seiring dengan perjalanan kariernya, teknologi tak dapat dipisahkan dari pengembangan infrastruktur pasar modal itu sendiri.

Kiki mengaku juga menyukai tantangan karena hal itu merupakan bagian terpenting untuk selalu bekerja keras dan berinovasi menghadapi berbagai situasi.

Tantangan yang pernah dilewati Kiki adalah ketika dia baru pertama kali berkarier di pasar modal. Saat itu, jumlah investor masih sedikit, jumlah pencatat masih kecil, dan pengembangan produk masih jarang.

"SRO bersama regulator dan pelaku pasar telah bekerjasama untuk menumbuhkan industri, dengan bekerja keras menggenjot permintaan-penawaran, menyediakan infrastruktur pasar dan aturannya, yang diperlukan oleh pasar modal Indonesia untuk tumbuh," ujar Kiki.

Dapat dilihat, kini pasar modal Indonesia telah tumbuh begitu mengesankan walaupun masih banyak ruang untuk terus ditingkatkan.

Kiki pun menyarankan supaya anak muda yang ingin berkarir di pasar modal selalu persisten, optimistis, dan percaya diri sambil terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan keahlian di sektor keuangan dan teknologi.

"Jangan pernah merasa terintimidasi. Akhirnya adalah skill, pengetahuan, perilaku positif, dan kerja keras yang akan menentukan kesuksesan," ujar Kiki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia, ksei, nasdaq

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top