Masih Tertahan Aksi Wait and See, Pasar Obligasi Menguat Terbatas

Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan bahwa Senin (13/5/2019) pasar obligasi menguat terbatas.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  09:42 WIB
Masih Tertahan Aksi Wait and See, Pasar Obligasi Menguat Terbatas
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan bahwa Senin (13/5/2019) pasar obligasi menguat terbatas.

Direktur Riset dan Investasi Pilamas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa pasar obligasi terangkat naik setelah terpuruk pada pekan lalu.

Dia menilai, kenaikan ini lebih dikarenakan sudah habis masa toleransi obligasi untuk turun, sehingga Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar obligasi dan rupiah.

Meski demikan, dia menganggap bahwa situasi dan kondisi global dan dalam negeri tak kunjung membaik. Saat ini, hal yang perlu diutamakann adalah kehati-hatian. 

"Kami merekomendasikan kepada investor untuk wait and see dengan potensi beli," jelasnya melalui riset Senin (13/5/2019).

Menurutnya, masih banyak sentimen global yang kurang baik sehingga memberikan tekanan terhadap pasar negata berkembang. Amerika  Serikat mulai menaikkan tarif impor, dari sebelumnya 10% menjadi 25% senilai US$200 miliar terhadap 5.700 kategori produk berbeda. 

Selain itu, setelah pertemuan antara AS dan China pada Jumat (10/5/2019) tersebut, keduanya tidak menyampaikan kesepakatan. Namun, hal ini dapat menghindari kegagalan dalam negosiasi setelah kenaikkan tarif tersebut. 

Presiden Donald Trump menggambarkan bahwa pembicaraan berjalan dengan jujur dan konstruktif dan akan dilanjutkan di masa depan.

Dia juga menginformasikan bahwa China memiliki 3 hingga 4 minggu lagi untuk mencapai kesepakatan sebelum akhirnya AS memberlakukan kembali tarif tambahan sebesar US$325 miliar dari impor China. 

Sementara itu, pihak China sendiri, melalui Liu He mengatakan bahwa pembicaraan berlangsung dengan baik kendati ada selisih pendapat. Namun, hal itu wajar
dalam negosiasi.  

Sejauh ini, China belum bereaksi untuk menaikkan tarif yang sama kepada Amerika kendati dalam pernyataan sebelumnya siap melawan balik.

Liu He juga menyampaikan bahwa China  berkomitmen untuk mendorong reformasi dibawah arah Dewan Negara, tetapi akan menolak untuk mengubah Undang Undangnya.  

China membutuhkan perjanjian kerja sama yang setara dan martabat. Liu He mengatakan bahwa untuk mencapai kesepakatan, AS harus menghapus semua tarif tambahan dan menetapkan target pembelian barang oleh China sesuai dengan permintaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top