Bursa Global Naik Pasca AS Naikkan Tarif Impor China

Pasar saham global berhasil naik pada perdagangan sore ini, Jumat (10/5/2019), didorong ekspektasi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, terlepas dari kenaikan tarif yang dilancarkan pemerintah AS untuk China.
Renat Sofie Andriani | 10 Mei 2019 17:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global berhasil naik pada perdagangan sore ini, Jumat (10/5/2019), didorong ekspektasi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, terlepas dari kenaikan tarif yang dilancarkan pemerintah AS untuk China.

Berdasarkan data Reuters, bursa Eropa bangkit dari level terendahnya dalam enam pekan. Indeks DAX Jerman yang sensitif terhadap isu perdagangan mendorong reboundnya dengan kenaikan sebesar 1 persen.

Adapun indeks MSCI All Country World, yang melacak pergerakan saham di 47 negara, naik 0,2 persen setelah dimulainya perdagangan di Eropa.

Kendati demikian, indeks saham tersebut tetap bergerak menuju kinerja mingguan terburuknya sejak akhir Desember 2018, dengan penurunan sebesar 2,75 persen karena eskalasi tensi perdagangan antara AS dan China.

Awal pekan ini, pasar global telah digoyang oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen terhadap barang-barang asal China senilai US$200 miliar.

Pada Jumat (10/5) pukul 12.01 malam waktu Washington, ancaman itupun resmi diberlakukan. Di sisi lain, pemerintah China telah tegas menyatakan akan melakukan pembalasan jika kenaikan tarif itu ditindaklanjuti. 

Sementara itu, tim negosiasi AS dan China, yang telah mengadakan perundingan perdagangan pada Kamis (9/5), dijadwalkan bertemu kembali pada Jumat (10/5) pagi di Washington.

Kedua belah pihak tetap berupaya menyelamatkan kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini.

Hal tersebut telah mendorong sebagian investor untuk berpegang teguh pada keyakinan mereka bahwa pemerintah AS dapat mencabut tarif baru itu setelah kesepakatan tercapai.

“Dalam jangka pendek, intensifikasi baru ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China dapat memicu volatilitas lebih lanjut dan mengarah pada penurunan sementara,” terang analis di Credit Suisse.

“Namun, kami melihat perkembangan terakhir saat Amerika Serikat memperkuat posisi negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik,” lanjutnya.

Indeks futures AS turun dan bursa Asia mengikis penguatannya terbebani kekhawatiran investor bahwa perang dagang yang berkelanjutan dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global setelah pemerintah AS merealisasikan rencana kenaikan tarifnya.

Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang, yang turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan hari ini, kemudian mampu naik 0,3 persen.  

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, bursa global, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup