Mirae Asset Sekuritas : Empat Katalis Negatif Ini Dorong Pelemahan SUN

Mirae Sekuritas menyebutkan setidaknya terdapat empat katalis negatif yang mendasari proyeksi berlanjutnya penurunan harga SUN di pasar sekunder.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  09:33 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Empat Katalis Negatif Ini Dorong Pelemahan SUN
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Sekuritas menyebutkan setidaknya terdapat empat katalis negatif yang mendasari proyeksi berlanjutnya penurunan harga SUN di pasar sekunder.

Analis Fixed Income Mirae Aset Sekuritas Dhian Karyantono mengatakan, pertama terkait dengan ketidakpastian akibat perang dagang Tiongkok - AS masih tinggi yang pada akhirnya mendorong minat investor terhadap mata uang yang tergolong safe haven seperti dolar AS meningkat.

Hal itu tercermin dari kenaikan indeks dolar AS pada perdagangan global terakhir ke kisaran 97,57 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya pada kisaran 97,52 poin. 

"Naiknya indeks dolar AS berpotensi memicu harga SUN untuk melemah melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS," jelasnya melalui riset Rabu (8/5/2019).

Kedua, rilis data lowongan pekerjaan AS per Maret 2019  (tercermin dari JOLTs Job Openings), naik menjadi sebesar 7,49 juta lowongan dibandingkan dengan level sebelumnya yang tercatat hanya sebesar 7,14 juta lowongan.

Pencapaian itu di atas ekspektasi pasar yang memprediksi lowongan pekerjaan naik menjadi sebesar 7,35 juta lowongan (konsensus Bloomberg).

Hal tersebut, tidak hanya mendukung kenaikan indeks dolar AS tetapi juga yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun.

Ketiga, jelang rilis data neraca dagang China per April 2019. Sejauh ini menunjukkan adanya potensi bahwa surplus neraca dagang China akan menurun. 

Hal tersebut, berbanding terbalik dengan estimasi pasar (konsensus Bloomberg) yang memprediksi surplus neraca dagang China meningkat ke kisaran US$34,56 miliar (sebelumnya di kisaran US$32,64miliar) yang pada akhirnya berpotensi memicu turunnya harga SUN melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Terakhir, sesuai dengan ekspektasi  bahwa level incoming bids dalam lelang SUN kemarin mengalami penurunan di mana  level incoming bids tercatat hanya sebesar  Rp32,96 triliun atau lebih rendah dibandingkan lelang SUN terakhir sebesar Rp41,77 triliun. 

Turunnya level incoming bids tersebut, nampaknya juga turut mendorong berlanjutnya pelemahan harga SUN di pasar sekunder.

Mirae memberikan rekomendasi short-term trading, dengan wait and see untuk seri FR0077, FR0078, dan FR0068.

Sementara itu, untuk long-term trading, wait and see untuk seri FR0059, FR0058, FR0065, FR0075, FR0079, dan FR0076.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top