Pasar Obligasi : Masih Dibayangi Sentimen AS-China, Harga SUN Bakal Melemah Terbatas

Pagi ini, Rabu (8/5/2019), pasar obligasi diperkirakan dibuka dengan potensi melemah terbatas. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  08:45 WIB
Pasar Obligasi : Masih Dibayangi Sentimen AS-China, Harga SUN Bakal Melemah Terbatas
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Pagi ini, Rabu (8/5/2019), pasar obligasi diperkirakan dibuka dengan potensi melemah terbatas. 

Direktur Riset Pikarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, keterbatasan ini datang dari ruang obligasi untuk melemah yang sudah habis dan hanya menunggu rebound sesaat.

Adapun, sentimen pagi ini akan datang dari kabar hubungan antara Amerika dan China. 

Akhirnya, atas undangan Robert dan Steven, Liu He akan mengunjungi Amerika untuk mengadakan pembicaraan mengenai perdagangan mulai dari 9 Mei – 10 Mei. 

Pertemuan ini diperkirakan memiliki tensi yang lebih tinggi di tengah mulai hilangnya harapan untuk terciptanya perdamaian dari perang dagang. 

"Kabar baiknya biar bagaimanapun kisruh ini harus berakhir, cepat atau lambat keputusan itu akan datang pada tanggal 10 Mei nanti. Kami merekomendasikan jual hari ini dengan potensi beli,"jelasnya melalui riset Rabu (8/5/2019).

Indeks S&P telah turun sebanyak 2,2% sejak tweet yang dilakukan Trump beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan kabar yang beredar, Robert-lah yang memicu munculnya tweet Trump pada hari Minggu lalu ketika menjelaskan kepada Trump dengan dugaan China melonggarkan ketentuan ketentuan
kesepakatan yang dianggap oleh Amerika telah selesai sebelumnya. 

Namun, pihaknya melihat aksi Trump sendiri terlihat seperti menggertak, sebab Trump juga masih membutuhkan kemenangan atas China untuk pemilu pada 2020 yang akan datang. 

China juga sedang mempersiapkan tarif pembalasan atas impor Amerika jika Trump merealisasikan ancamannya. 

Hal ini tentu akan memberikan implikasi yang besar terhadap perekonomian global apabila hal itu terjadi. 

Bola panas saat ini berada di China. Apakah mereka mau melunak dengan pembahasan kesepakatan, ataukah justru mereka juga tidak takut untuk mengadakan tarif pembalasan?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top