Harga SUN Masih Akan Melemah, 6 Seri Ini Menarik Dibeli

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan Rabu(8/5/2019), harga SUN masih akan melanjutkan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. 
Anitana Widya Puspa | 08 Mei 2019 08:34 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA-- MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan Rabu(8/5/2019), harga SUN masih akan melanjutkan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. 

Para pelaku pasar akan cenderung menahan diri dan melakukan aksi wait and see menjelang rilisnya data ekonomi global dan domestik. 

Hari ini, Bank Indonesia akan merilis data cadangan devisa yang diprediksikan mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. Hal ini lantaran masih adanya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan serta penerimaan devisa dari hasil ekspor yang lebih baik. 

Selain itu, para pelaku pasar juga masih akan mencermati data neraca perdagangan Indonesia kuartal I/2019 dan data inflasi Amerika yang akan dirilis pada Jumat, 10 Mei 2019.

Data-data ekonomi tersebut akan menjadi perhatian investor sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan transaksi di pasar sekunder.

Adapun harga SUN masih berada dalam tren penurunan, sehingga dalam jangka pendek masih berpeluang untuk mengalami penurunan. Hanya saja, dengan adanya koreksi harga yang terjadi, imbal hasil dari SUN menjadi cukup menarik untuk kembali diakumulasi. 

"Kami menyarankan pembelian secara bertahap pada SUN dengan tenor menengah dan tenor panjang di saat harga mengalami penurunan,"kata riset yang dikutip Rabu (8/5/2019).

Adapun seri yang menarik dengan kondisi tesebut yaitu: FR0058, FR0074, FR0065, FR0068, FR0072 dan FR0075.

Di sisi lain, pemerintah meraup dana senilai Rp21,57 triliun dengan melaksanakan lelang Surat Utang Negara pada tanggal 7 Mei 2019 untuk seri SPN03190808 (new issuance), SPN12200508 (new issuance), FR0077 (reopening), FR0078 (reopening), FR0068 (reopening), FR0079 (reopening) dan FR0076 (reopening). 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup